Inisiatif Bupati Ela Siti Nuryamah Bangun Jembatan Gantung Atasi Penyeberangan Sungai

Inisiatif Bupati Ela Siti Nuryamah Bangun Jembatan Gantung Atasi Penyeberangan Sungai
Selasa, 03 Februari 2026 | 14:37:36 WIB

JAKARTA – Keamanan akses transportasi bagi masyarakat di pelosok daerah kembali menjadi sorotan tajam setelah sebuah rekaman video viral memperlihatkan perjuangan berbahaya para pelajar dan warga. Dalam video tersebut, tampak warga Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, terpaksa berdesakan di atas "getek" atau perahu rakit kecil hanya untuk sekadar menyeberangi sungai. 

Menanggapi situasi yang mengancam keselamatan jiwa ini, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung kini menjadi prioritas sebagai solusi sementara yang mendesak.

Pemerintah daerah menyadari bahwa bergantung pada sarana penyeberangan tradisional di tengah arus sungai yang dinamis merupakan risiko besar bagi mobilitas harian warga. Oleh karena itu, langkah cepat diambil untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap berjalan tanpa harus mengorbankan keamanan publik, sembari menunggu anggaran besar bagi pembangunan struktur jembatan yang lebih kokoh dan permanen.

Tantangan Anggaran Daerah Dan Usulan Pembangunan Jembatan Permanen Ke Pusat

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa membangun jembatan permanen di lokasi tersebut bukanlah perkara mudah. Dengan bentang sungai yang mencapai panjang kurang lebih 100 meter, biaya yang dibutuhkan sangatlah besar dan melampaui kapasitas finansial daerah saat ini. Ela Siti Nuryamah secara transparan mengungkapkan kendala fiskal yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam mewujudkan infrastruktur tersebut secara mandiri.

“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran. Saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” ujar Ela, Senin 2 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa estimasi biaya untuk jembatan permanen menyentuh angka Rp 80 miliar, sementara kemampuan anggaran daerah baru mampu menyisihkan sekitar Rp 18,99 miliar atau hampir Rp 19 miliar. 

Ketimpangan ini membuat pemerintah daerah harus berulang kali mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum hingga skema bantuan presiden sejak beberapa tahun lalu, namun hingga kini usulan tersebut masih dalam daftar tunggu realisasi.

Proyek Jembatan Merah Putih Sebagai Solusi Afirmasi Keamanan Transportasi Warga

Sebagai respons terhadap urgensi keselamatan di Desa Kali Pasir, Pemkab Lampung Timur menginisiasi pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih. Nama ini mencerminkan semangat gotong royong dan nasionalisme dalam membangun daerah dari pinggiran. Jembatan gantung ini dirancang sebagai "jembatan antara" agar warga tidak perlu lagi bertaruh nyawa di atas perahu kecil yang rentan terbalik atau hanyut.

“Sebagai bentuk afirmasi dan solusi sementara, sambil menunggu jembatan permanen, kami mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih,” terang Bupati Ela. Upaya ini merupakan langkah paling logis secara teknis dan waktu untuk segera mengakhiri kekhawatiran orang tua yang melepas anak-anak mereka berangkat sekolah setiap harinya melewati jalur sungai tersebut.

Sinergi Lintas Instansi Dan Jadwal Pengukuran Teknis Oleh Pihak BPJN

Viralnya kondisi penyeberangan di Way Bungur ternyata memicu gerak cepat dari berbagai pihak terkait. Tidak hanya pemerintah daerah, jajaran TNI dari tingkat Kodim hingga Kodam, serta kementerian teknis, mulai turun tangan melakukan peninjauan lapangan. Koordinasi intensif kini tengah dilakukan dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk memulai tahapan konstruksi jembatan gantung tersebut pada awal tahun 2026 ini.

Rencananya, jembatan gantung tersebut akan dibangun oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua tahun 2026. “BPJN sudah berkoordinasi dan besok akan turun untuk mengukur lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat berisiko,” kata Ela. Kehadiran tim teknis di lapangan menjadi sinyal kuat bahwa harapan warga untuk memiliki jalur penyeberangan yang layak akan segera terwujud dalam waktu dekat.

Urgensi Perbaikan Tanggul Sungai Guna Mitigasi Banjir Di Lampung Timur

Bupati Ela menekankan bahwa masalah infrastruktur di wilayah tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan membangun jembatan. Ada persoalan lingkungan yang jauh lebih mendasar yang juga harus segera ditangani untuk memberikan rasa aman jangka panjang bagi penduduk di sekitar bantaran sungai. Salah satu aspek yang krusial adalah kondisi tanggul sungai yang dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menahan debit air saat musim hujan.

“Masalahnya bukan hanya jembatan. Tanggul sungainya juga harus dibenahi karena selama ini pendek dan kurang kuat. Itu yang menyebabkan banjir di Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur saat hujan deras,”. 

Dengan demikian, pemerintah daerah mendorong adanya penanganan terpadu yang mencakup pembangunan jembatan sekaligus penguatan tanggul guna melindungi pemukiman warga dari ancaman banjir luapan sungai yang rutin terjadi. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda: kelancaran transportasi dan keamanan dari bencana alam.

Reporter: Gemilang Ramadhan