JAKARTA – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) resmi mengumumkan pembagian dividen senilai Rp819,35 miliar. Dana segar ini dijadwalkan masuk ke rekening investor 18 Mei 2026.
Keputusan besar ini lahir dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar di Jakarta. Manajemen sepakat menyisihkan sebagian besar laba bersih tahun buku 2025 untuk pemegang saham.
Langkah korporasi ini mencerminkan optimisme perusahaan terhadap fundamental bisnis otomotif. Di tengah dinamika pasar, AUTO tetap mampu mencatatkan performa keuangan yang cukup solid dan stabil.
Astra Otoparts Bagikan Dividen Rp819 Miliar Tahun Buku 2025
Emiten komponen otomotif grup Astra ini menetapkan total dividen sebesar Rp170 per saham. Angka tersebut setara dengan 40 persen dari total laba bersih yang diraih perusahaan.
Penyebaran dividen ini dibagi menjadi dua tahap utama bagi para investor yang berhak. Tahap pertama merupakan dividen interim yang telah didistribusikan pada periode akhir tahun lalu.
Sisanya merupakan dividen final yang baru saja disepakati dalam pertemuan tahunan para pemegang saham. Hal ini memberikan kepastian bagi pasar mengenai komitmen imbal hasil dari emiten.
Rincian Alokasi Laba Bersih dan Dividen Final
Berdasarkan laporan resmi, dividen interim sebesar Rp38 per saham atau Rp183,13 miliar sudah dibayar. Pembayaran awal tersebut telah dilakukan perusahaan pada tanggal Jumat, 24 Oktober 2025.
Kini, para pemegang saham akan menerima sisa dividen final sebesar Rp132 per lembar saham. Jika ditotal secara keseluruhan, dividen final tersebut mencapai angka Rp636,21 miliar.
"Dividen final sebesar Rp636.216.581.600 atau sebesar Rp132 setiap saham akan dibayarkan pada tanggal 18 Mei 2026," ujar manajemen dalam keterangan tertulis yang diterima oleh media.
Jadwal Lengkap Pembayaran Dividen Saham AUTO
Investor perlu memperhatikan tanggal-tanggal penting agar tidak kehilangan hak atas pembagian keuntungan ini. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada Kamis, 30 April 2026.
Sementara itu, ex dividen di pasar yang sama dijadwalkan pada hari Senin, 4 Mei 2026. Bagi pemegang saham di pasar tunai, cum dividen berlaku hingga Selasa, 5 Mei 2026.
Proses pencatatan atau recording date akan dilakukan pada Selasa, 5 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Setelah seluruh verifikasi selesai, dana akan ditransfer pada Senin, 18 Mei 2026.
Kinerja Keuangan Penopang Kebijakan Dividen
Pembagian dividen yang cukup masif ini tidak lepas dari raihan laba bersih tahun 2025. Perusahaan berhasil mengumpulkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp2,04 triliun.
Selain untuk dividen, perusahaan juga menyisihkan sebagian kecil laba sebagai dana cadangan umum. Sebesar Rp10 miliar dialokasikan untuk memenuhi ketentuan undang-undang perseroan terbatas yang berlaku di Indonesia.
Sisa dari laba bersih yang mencapai Rp1,22 triliun akan dibukukan sebagai laba ditahan. Dana ini dipersiapkan untuk memperkuat struktur modal dan mendukung rencana ekspansi bisnis ke depan.
Strategi Perusahaan Menghadapi Industri Otomotif 2026
Keputusan membagikan dividen 40 persen menunjukkan keseimbangan antara kepentingan investor dan kebutuhan internal. Perusahaan tetap menjaga likuiditas yang sehat untuk menghadapi tantangan transisi kendaraan listrik di masa depan.
Manajemen menegaskan bahwa pembagian ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan yang sehat. Fokus pada efisiensi operasional menjadi kunci utama dalam mempertahankan margin keuntungan sepanjang tahun buku lalu.
"Dividen tersebut akan dibayarkan kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 5 Mei 2026," tegas manajemen perusahaan.