JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mempertegas komitmen membagikan dividen tiap 3 bulan sekaligus menargetkan kenaikan rasio pembayaran bagi para pemegang saham.
Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi terhadap kepercayaan investor yang terus mendukung pertumbuhan kinerja keuangan perseroan.
Pihak manajemen menekankan bahwa likuiditas yang melimpah dan permodalan yang kokoh menjadi fondasi utama dalam mengeksekusi rencana pembagian keuntungan secara berkala ini.
"Kami berkomitmen untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, salah satunya melalui pembayaran dividen interim secara rutin setiap kuartal atau 3 bulan sekali," ungkap Jahja Setiaatmadja, sebagaimana dilansir dari investasi.kontan.co.id, Jumat (24/4/2026).
Jahja Setiaatmadja juga menjelaskan bahwa kebijakan ini telah melalui perhitungan matang agar tidak mengganggu ekspansi kredit dan kebutuhan investasi teknologi perusahaan di masa depan.
Perseroan saat ini memiliki rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada jauh di atas ketentuan regulator.
Kondisi keuangan yang sehat tersebut membuka ruang lebar bagi bank swasta terbesar di Indonesia ini untuk mengerek persentase laba bersih yang dialokasikan sebagai dividen.
"Tentu ke depannya kami melihat ada peluang untuk terus meningkatkan dividend payout ratio seiring dengan pertumbuhan laba yang positif dan manajemen risiko yang terjaga," tegas Jahja Setiaatmadja, dikutip dari investasi.kontan.co.id, Jumat (24/4/2026).
Rencana kenaikan rasio ini diprediksi akan semakin meningkatkan daya tarik saham BBCA sebagai aset pelapis biru di Bursa Efek Indonesia.
Investor kini cenderung mencari instrumen yang menawarkan arus kas rutin di tengah volatilitas pasar global.
Melalui jadwal pembayaran 4 kali dalam 1 tahun, manajemen berharap volatilitas harga saham dapat lebih teredam oleh aksi beli kolektor dividen.
Evaluasi terhadap besaran angka pasti rasio tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan dengan mempertimbangkan proyeksi ekonomi makro.