Transaksi BI-FAST KB Bank Tumbuh 40 Persen Berkat Layanan Digital

Ilustrasi Logo BI-Fast (Gambar: NET)
Senin, 25 Mei 2026 | 13:23:06 WIB

JAKARTA – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mengantongi catatan pertumbuhan yang positif pada transaksi BI-FAST sepanjang empat bulan pertama di tahun 2026. Tren peningkatan ini sejalan dengan kemajuan industri perbankan yang tetap berjalan kokoh di tengah kian meningkatnya adopsi layanan digital.

Merujuk pada data yang dikumpulkan oleh Bank Indonesia (BI), volume dari transaksi ritel BI-FAST menembus angka 1,89 miliar transaksi hingga bulan April 2026 atau mengalami peningkatan sebesar 35% secara tahunan (year on year/YoY). Di sisi lain, akumulasi dari nilai transaksinya sukses menyentuh Rp 4.738 triliun atau terangkat naik sebesar 32% yoy.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menjelaskan bahwa volume sekaligus nilai transaksi BI-FAST di lingkup KB Bank mengukuhkan pertumbuhan di kisaran 40% YoY.

“Trennya sejalan dengan kinerja pasar,” ujar Kunardy kepada Kontan.co.id, Minggu (24/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lewat sudut pandangnya, lompatan tersebut didorong oleh tingginya penggunaan digitalisasi oleh para nasabah, baik di segmen ritel ataupun segmen korporasi. 

Para nasabah pada masa sekarang semakin memilih BI-FAST sebagai instrumen transfer utama karena menyajikan faktor keamanan, kecepatan, serta efisiensi dari segi biaya.

KB Bank saat ini sedang berkonsentrasi dalam memperluas basis pengguna aktif untuk layanan digital mereka melalui aplikasi mobile banking bernama KBstar. 

Lewat platform digital tersebut, KB Bank juga menghadirkan program gratis biaya administrasi untuk transaksi BI-FAST yang dialokasikan bagi para nasabah ritel.

“Kebijakan ini merupakan strategi investasi jangka panjang kami untuk meningkatkan penetrasi active user dan memperkuat customer stickiness pada ekosistem digital KB Bank,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kunardy mengimbuhkan bahwa penambahan total nasabah aktif ini diproyeksikan dapat mendongkrak kontribusi perolehan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income yang berasal dari produk serta layanan digital lainnya di dalam aplikasi KBstar. 

Menatap masa depan, KB Bank menyimpan optimisme yang besar bahwa pertumbuhan transaksi BI-FAST ini masih akan terus berlanjut sampai akhir tahun 2026.

Tidak hanya mengincar segmen ritel, emiten ini juga telah mulai memperlebar penetrasinya ke arah segmen wholesale. Demi memperkuat tindakan taktis tersebut, KB Bank tengah mengintensifkan jalinan kolaborasi bersama dengan perusahaan-perusahaan fintech serta nasabah korporasi.

Selain itu, korporasi juga memacu kapabilitas application programming interface (API) melalui standardisasi Standar Nasional Open API Pembayaran supaya proses integrasi layanan BI-FAST dapat berjalan secara real time.

Kunardy menyatakan bahwa peningkatan kapabilitas API tersebut diharapkan mampu mempermudah para mitra korporasi untuk terhubung secara langsung dengan sistem layanan BI-FAST kepunyaan KB Bank.

“Pembaruan dan standardisasi API ini kami proyeksikan akan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak volume transaksi dan kinerja digital banking KB Bank secara keseluruhan sepanjang tahun ini,” tutupnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan