Breaking

Buana Finance Perketat Seleksi Kredit demi Tekan Rasio NPF

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 25 Mei 2026
Buana Finance Perketat Seleksi Kredit demi Tekan Rasio NPF
Ilustrasi PT Buana Finance Tbk (Foto: NET)

JAKARTA – PT Buana Finance Tbk (BBLD) membidik target penurunan rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross menjadi berada di angka 2,61% pada 2026. Guna merealisasikan target tersebut, emiten pembiayaan ini mempersiapkan sederet taktik penguatan mutu kredit yang disalurkan.

Direktur Keuangan Buana Finance Mariana Setyadi memaparkan, perseroan bakal memperketat alur penyaluran pembiayaan sejak fase awal pengajuan pembiayaan demi mengawal mutu portofolio kredit.

“Kami akan melakukan pembenahan dari sisi loan origination dengan meninjau kembali parameter-parameter dalam pemberian kredit kepada nasabah. Dengan demikian, kualitas loan origination untuk new disbursement dapat lebih terjaga dan membantu menurunkan NPF,” ujar Mariana dalam Public Expose, Selasa (19/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bukan hanya memperkokoh aspek selektivitas kredit, Buana Finance pun akan mendongkrak langkah mitigasi risiko guna mengantisipasi potensi tekanan ekonomi serta mutu pembiayaan ke depan. 

Mariana mengonfirmasi bahwa langkah untuk memangkas rasio NPF tersebut masih dihadapkan pada tantangan yang lumayan berat di tengah situasi perekonomian saat ini.

Di sisi lain, Direktur Pemasaran Buana Finance Herman Lesmana menjabarkan lonjakan rasio NPF gross perseroan dari yang sebelumnya berada di level 1,97% pada 2024 menjadi menyentuh 3,12% pada 2025 diakibatkan oleh hantaman kondisi ekonomi yang terasa lebih berat bila diadu dengan tahun sebelumnya.

“Hal ini sejalan dengan tekanan ekonomi yang cukup besar serta dampak kondisi global terhadap kualitas pembiayaan,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Demi mengawal agar laju pertumbuhan bisnis tetap melaju sehat, Herman menuturkan Buana Finance bakal mengimplementasikan taktik fragmentasi bisnis pada 2026. 

Perseroan dipastikan bakal lebih ketat memilah segmen pembiayaan yang mengantongi tingkat risiko relatif minim, namun tetap sanggup menghadirkan perolehan keuntungan yang optimal.

“Kami akan mencari celah-celah bisnis yang masih aman, dengan potensi risiko minimal tetapi tetap memberikan margin yang baik bagi perusahaan,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai data pelengkap, kucuran pembiayaan baru yang dicatatkan Buana Finance menyentuh angka Rp 4,3 triliun pada 2026 atau mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,13% secara tahunan (year on year/YoY). 

Sementara itu, saldo piutang pembiayaan yang dibukukan perseroan berada di posisi Rp 6,57 triliun pada 2025, atau terkerek naik sebesar 7,05% YoY.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua