Laba Manulife Indonesia Melonjak 161,5 Persen, Raup Rp 1,28 Triliun

ILUSTRASI, manulife indonesia (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 29 Mei 2026 | 10:14:53 WIB

JAKARTA – PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia membukukan pertumbuhan keuntungan yang sangat berarti sepanjang tahun 2025. Perusahaan asuransi ini meraih laba setelah pajak senilai Rp 1,28 triliun atau meningkat tajam sebesar 161,5% bila dibandingkan dengan tahun yang lalu.

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati menyampaikan bahwa pencapaian positif tersebut disokong oleh meningkatnya pendapatan dari jasa asuransi hingga menyentuh angka Rp 3,97 triliun serta kenaikan keuntungan dari investasi, termasuk di dalamnya produk PAYDI, yang mencapai Rp 5,09 triliun.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Lauren Sulistiawati menyatakan, “Pada tahun 2025 kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung oleh pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat,” dalam pernyataan resminya pada Kamis (28/5/2026).

Meninjau dari aspek permodalan, jumlah keseluruhan aset yang dimiliki Manulife Indonesia menyentuh angka Rp 66,17 triliun per akhir Desember 2025. 

Di sisi lain, rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) perusahaan berada di angka 650%, nilai yang berada jauh di atas standar minimal yang ditetapkan oleh regulator yaitu sebesar 120%.

Sementara itu, untuk hasil jasa asuransi bersih tercatat sebesar Rp 299,77 miliar. Secara total keseluruhan, perolehan asuransi beserta investasi bersih berada di angka Rp 1,28 triliun dengan jumlah laba komprehensif mencapai Rp 859,4 miliar.

Pada bagian lain, perusahaan juga mengeluarkan dana untuk pembayaran beban jasa asuransi senilai Rp 3,68 triliun yang dialokasikan bagi klaim asuransi jiwa, kesehatan, serta biaya lain yang berhubungan dengan pelayanan asuransi selama periode 2025.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Lauren Sulistiawati menambahkan, “Beban jasa asuransi sebesar Rp3,68 triliun sepanjang 2025, yang mencakup klaim asuransi jiwa, kesehatan, serta biaya terkait layanan asuransi.”

Reporter: Gemilang Ramadhan