IHSG Masih Konsolidasi, 5 Saham Ini Berpeluang Cuan

ILUSTRASI, IHSG (Sumber Gambar : kabarbursa.com)
Selasa, 02 Juni 2026 | 10:02:20 WIB

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproeksikan Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berada dalam fase konsolidasi pada aktivitas transaksi Selasa (2/6/2026). Pergerakan IHSG hari ini diestimasi berada pada area resistance 6.300, pivot 6.200, serta support 6.000.

Kendati begitu, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi terhadap lima saham yang memiliki potensi mendatangkan keuntungan, di mana salah satunya adalah HMSP.

Phintraco Sekuritas menjabarkan, IHSG ditutup dengan penurunan tipis pada posisi 6.127,38 (0,05%) pada perdagangan Jumat (29/5/2026), setelah pada waktu sebelumnya sempat merangkak naik menuju level 6,230, seiring dengan mulai berlakunya rebalancing indeks MSCI untuk edisi Mei 2026.

Pada waktu yang bersamaan, Phintraco Sekuritas mengimbuhkan, mata uang rupiah mengalami pelemahan ke titik paling rendah pada posisi Rp 17.881 per dolar AS di pasar spot.

Berdasarkan analisis teknikal, lanjut Phintraco Sekuritas, stochastic RSI meneruskan pembalikan arah menuju pivot dan histogram negatif MACD terpantau terus menyempit. sebagaimana dilansir dari berita sumber, “IHSG hari ini berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000-6.300,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (2/6/2026).

Phintraco Sekuritas mengutarakan, kegiatan ekspor untuk tiga jenis komoditas, yakni batu bara, kelapa sawit dan ferro alloy, lewat PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) telah mulai dijalankan per 1 Juni 2026. 

Pemberlakuan ini menjadi masa peralihan di mana para eksportir memiliki kewajiban guna melaporkan aktivitas ekspor mereka lewat PT DSI.

sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Investor akan mencermati transparansi pelaksanaan kebijakan ini serta bagaimana dampak dari implementasi kebijakan ini terhadap kinerja emiten-emiten yang terkait,” jelas Phintraco Sekuritas.

Sorotan Data Domestik

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menerangkan, Menteri Keuangan bakal menyediakan insentif perpajakan bagi para eksportir yang menaruh DHE SDA di dalam negeri. 

Kemudahan ini berbentuk besaran tarif PPh yang lebih rendah di mana angka tarifnya bakal diselaraskan dengan durasi waktu penyimpanan dana oleh eksportir tersebut, bahkan bisa menyentuh 0%.

sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Bagi eksportir diuntungkan dari pemangkasan biaya pajak, tawaran suku bunga kompetitif, serta dapat dijadikan agunan kredit. Bagi bank, memperoleh dana valas murah dan meningkatkan likuiditas,” papar Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas menambahkan, pada hari ini terdapat sejumlah data ekonomi krusial Indonesia yang bakal dirilis. Pertama, data mengenai inflasi Mei 2026 yang diestimasi merangkak naik menjadi 3,1% YoY dari 2,42% YoY, dengan inflasi MoM diproyeksikan berada di angka 0,2% MoM dari 0,13% MoM.

Selanjutnya, Phintraco Sekuritas mengemukakan, data mengenai kelebihan neraca perdagangan yang diprediksi mengalami penurunan ke angka US$ 0,5 miliar pada April 2026 dari sebelumnya US$ 3,32 miliar pada Maret 2026 yang turut bakal diekspos hari ini.

“Ada pula data Indeks manufacturing PMI diperkirakan turun di 49,1 di Mei 2026 dari 49,5,” tambah Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas memberikan saran untuk lima saham yang berpeluang memberikan cuan, yakni HMSP, INDF, ICBP, MTEL dan GGRM.

Reporter: Gemilang Ramadhan