Temas TMAS Bagikan Dividen Rp228 Miliar dan Siapkan Capex Rp2,5 Triliun

ILUSTRASI, Kapal TMAS (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 03 Juni 2026 | 11:08:25 WIB

JAKARTA – PT Temas Tbk (TMAS) telah menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Salah satu hasil keputusan penting dalam rapat tersebut adalah pengalokasian sebagian laba bersih dari tahun buku 2025 untuk dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen tunai.

Dalam agenda RUPST yang berlangsung di kantor pusat emiten tersebut di kawasan Jakarta Utara, disepakati total nilai dividen yang akan disalurkan mencapai Rp228 miliar. 

Angka ini setara dengan Rp4 per lembar saham, yang mana sumber dananya diambil dari 40 persen total perolehan laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025.

"Selanjutnya, sisa laba bersih 2025 setelah dikurangi untuk pembagian dividen, bakal disimpan sebagai laba ditahan, yang terkait penggunaannya akan ditentukan lebih lanjut," ujar Direktur Utama TMAS, Ricky Effendi, dalam Paparan Publik (Public Expose) Perseroan, yang digelar pasca pelaksanaan RUPST sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkait dengan proyeksi performa pada tahun 2026, Ricky mengungkapkan bahwa manajemen merasa optimis untuk merealisasikan kelanjutan dari pilar strategi yang sudah ditetapkan.

Langkah ini diwujudkan melalui serangkaian tindakan strategis, seperti penambahan sekaligus peremajaan unit armada baru, serta pengerjaan proyek kapal yang ramah lingkungan.

Sepanjang tahun 2025, TMAS mencatatkan penambahan bersih sebanyak tujuh unit kapal baru. Hal ini berhasil mendongkrak volume kapasitas angkutan perusahaan hingga 17 persen. 

Dengan ekspansi tersebut, jumlah armada milik perusahaan saat ini menyentuh 57 unit kapal yang memiliki kapasitas muatan sebesar 28.542 TEUs serta bobot mati seberat 464.701 DWT.

"Selain itu, rata-rata usia kapal juga semakin membaik, dari 15 tahun pada 2023 menjadi 14 tahun pada 2024 dan turun menjadi 13 tahun pada 2025," ujar Ricky sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hingga saat ini, TMAS terus mempertegas jangkauan ekspansi bisnisnya di tengah tren positif pertumbuhan industri transportasi kontainer di dalam negeri. 

Demi menunjang penguatan kapasitas operasional tersebut, perusahaan juga mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) untuk tahun 2026 senilai Rp2,5 triliun.

Alokasi capex tersebut nantinya mayoritas akan diperuntukkan bagi pembelian armada kapal baru guna mendongkrak volume angkutan, peremajaan kapal, pengadaan fasilitas penunjang operasional pelabuhan, hingga pembangunan sarana infrastruktur pelabuhan.

Ke depan, Ricky memastikan bahwa TMAS memiliki komitmen kuat untuk terus menjalankan perluasan armada kapal sebagai bagian dari rencana peningkatan skala operasional. Fokus utamanya adalah mendongkrak kapasitas pelayanan dengan tetap mempertahankan efisiensi operasional serta daya saing korporasi.

Bukan hanya itu, perusahaan saat ini juga sedang melakukan persiapan untuk operasional pabrik LNG yang diproyeksikan bisa mulai berjalan pada paruh kedua atau semester II-2026.

"Selain itu, kami terus memperluas layanan logistik terintegrasi serta melanjutkan kerja sama BOT dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk perluasan dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter sebagai fondasi kapasitas jangka panjang," ujar Ricky sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan