Optimisme Lion Group Kejar Pertumbuhan Trafik Penerbangan Internasional

ILUSTRASI, LION Grup (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 03 Juni 2026 | 11:08:25 WIB

JAKARTA - Minat masyarakat terhadap perjalanan luar negeri yang tetap tinggi membuat Lion Group optimistis menghadapi pertumbuhan pasar penerbangan internasional sepanjang tahun 2026. Sikap optimis ini tetap terjaga di tengah tantangan kenaikan harga avtur dan pelemahan nilai tukar rupiah yang membebani biaya operasional maskapai, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group), Danang Mandala Prihantoro menilai tren positif perjalanan ke luar negeri mencakup kebutuhan wisata, bisnis, pendidikan, hingga ibadah. Meskipun lonjakan harga bahan bakar pesawat memicu penyesuaian harga tiket, manajemen maskapai terus menyiapkan langkah strategis berupa program promosi demi menjaga keterjangkauan biaya perjalanan masyarakat.

"Tantangan avtur atau bahan bakar pesawat memang berpengaruh terhadap harga tiket. Namun kami selalu melihat tantangan sebagai peluang," ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak maskapai secara berkala menggelar riset pasar untuk memetakan tren pergerakan konsumen serta preferensi rute global. Data internal menunjukkan lonjakan pemesanan terutama terjadi menjelang periode liburan sekolah, serta aktivitas perjalanan bisnis dan ibadah keagamaan.

"Kami melihat masyarakat sudah mulai mempersiapkan perjalanan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari umrah, liburan sekolah, hingga perjalanan internasional. Itu sebabnya kami tetap optimistis terhadap pertumbuhan pasar penerbangan," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Guna memaksimalkan potensi pasar, ekspansi jaringan dilakukan dengan memperkuat konektivitas internasional menggunakan maskapai Batik Air yang berpusat di Kuala Lumpur, Malaysia. Infrastruktur konektivitas ini mengintegrasikan rute dari Indonesia menuju lebih dari 40 kota tujuan global melalui sistem transit yang terpadu.

"Dari Jakarta, pelanggan dapat terbang ke Kuala Lumpur terlebih dahulu, kemudian melanjutkan ke berbagai kota tujuan internasional. Saat ini jaringan kami melalui Kuala Lumpur sudah terhubung ke lebih dari 40 kota tujuan," ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pola transit tersebut diterapkan untuk mempermudah akses penumpang menuju wilayah Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, hingga Asia Tengah. 

Sebagai contoh, konsumen dari Jakarta yang hendak menuju New Delhi dapat menempuh rute transit di Malaysia sebelum berganti pesawat maskapai Batik Air menuju India.

"Kami menawarkan solusi konektivitas yang memudahkan masyarakat. Misalnya pelanggan yang ingin ke India, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Vietnam, Australia, hingga negara-negara Asia Tengah seperti Uzbekistan dan Kazakhstan dapat terhubung melalui Kuala Lumpur," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan pemetaan destinasi terfavorit warga Indonesia, wilayah Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong masih mendominasi pasar liburan konvensional. 

Di sisi lain, negara Vietnam mencatatkan pertumbuhan minat yang melesat secara signifikan sebagai destinasi baru dalam beberapa waktu terakhir.

"Untuk musim liburan sekolah dan wisata, destinasi yang paling populer masih Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong. Selain itu, kami juga melihat tren yang cukup kuat ke Vietnam karena saat ini menjadi salah satu destinasi yang sedang diminati masyarakat," ujarnya Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain sektor pariwisata, pergerakan penumpang ke Australia tercatat stabil yang didorong oleh kebutuhan studi pendidikan tinggi. Lion Group mengamati mobilitas ke rute global lain juga terdongkrak oleh penguatan relasi bisnis serta hubungan bilateral antarnegara.

"Yang kami lakukan adalah mengakomodasi permintaan pasar. Ada destinasi yang memang sudah populer dan ada pula destinasi baru yang sedang berkembang. Tugas kami adalah menyediakan konektivitas yang memudahkan masyarakat untuk menjangkau tujuan-tujuan tersebut," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hingga saat ini, belum terlihat penurunan permintaan yang signifikan di pasar internasional akibat tekanan biaya operasional maskapai. Penumpang cenderung menyiasati lonjakan biaya dengan memilih alternatif penerbangan yang menawarkan efisiensi rute.

"Meskipun terdapat tantangan dari sisi biaya operasional penerbangan. Kami optimistis pasar perjalanan internasional akan terus bertumbuh," tegas Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan