Pendapatan Naik 11,8 Persen, Pyridam Farma PYFA Tambah Lini Produksi

ILUSTRASI, PYFA (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 03 Juni 2026 | 12:01:05 WIB

JAKARTA – Emiten farmasi PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) merancang ekspansi kapasitas manufaktur lewat pembangunan lini produksi 4 dan lini produksi 5 demi memperkokoh daya saing sekaligus menjawab kebutuhan pasar farmasi nasional yang kian tumbuh.

Tindakan ekspansi ini direalisasikan setelah perseroan meneruskan pengembangan fasilitas produksi Lini 3 via anak usaha PT Ethica Industri Farmasi. Pertambahan lini produksi baru ini diharapkan dapat mendongkrak kapasitas produksi serta memperlebar kemampuan PYFA memenuhi permintaan pasar.

Direktur Pyridam Farma Sinta Ningsih menyebutkan bahwa penguatan kapasitas manufaktur jadi salah satu fokus primer perseroan demi menyokong pertumbuhan jangka panjang. 

Selain kontribusi berkesinambungan dari pilar utama pertumbuhan yaitu layanan CDMO, pertumbuhan pendapatan juga dipicu oleh peningkatan performa dari sejumlah produk farmasi berlisensi tinggi yang memiliki nilai tambah serta margin yang lebih baik.

"Sejalan dengan itu, progres pengembangan berbagai investasi strategis, termasuk fasilitas produksi Lini 3 anak perseroan, turut memberikan sinyal positif terhadap prospek pertumbuhan perseroan ke depan,” ujar Sinta dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan penuturannya, strategi yang bertumpu pada portofolio produk bernilai tambah tinggi serta penguatan kapasitas manufaktur bakal semakin memperkokoh posisi kompetitif PYFA pada industri farmasi.

Rencana ekspansi ini beriringan dengan performa keuangan perseroan yang memperlihatkan tren pertumbuhan positif di kuartal I/2026. PYFA mengantongi pendapatan neto senilai Rp766,53 miliar, melonjak 11,8% jika disandingkan dengan periode yang sama tahun lampau sebesar Rp685,46 miliar.

Kenaikan pendapatan tersebut ikut mengerek laba bruto naik 6,9% menjadi Rp192,8 miliar. Perseroan memaparkan bahwa pertumbuhan ini disokong oleh efisiensi manufaktur serta peningkatan produktivitas yang sanggup meredam kenaikan biaya bahan baku sekaligus tekanan harga di pasar.

Pada aspek profitabilitas, PYFA membukukan pertumbuhan EBITDA sebesar 30% secara tahunan. Margin EBITDA pun terkerek naik menjadi 9,5% di kuartal I/2026 dari 8,2% pada periode yang sama tahun lalu.

Sinta memaparkan kinerja awal tahun ini merefleksikan efektivitas strategi transformasi bisnis yang diaplikasikan perseroan dalam beberapa tahun belakangan. 

Berdasarkan penuturannya, pertumbuhan dipicu oleh penguatan portofolio produk farmasi, optimalisasi jaringan distribusi, serta kontribusi yang semakin masif dari lini bisnis layanan kesehatan terintegrasi.

Ke depan, perseroan membidik untuk menjaga momentum pertumbuhan lewat kombinasi strategi inovasi produk berlisensi tinggi yang menitikberatkan pada area terapi tertentu, ekspansi kapasitas manufaktur, penguatan jaringan layanan kesehatan, serta pengembangan portofolio bisnis di segmen-segmen dengan prospek pertumbuhan tinggi.

Sebagai informasi, PT Pyridam Farma Tbk. ialah perusahaan farmasi yang memproduksi bermacam obat resep dalam sediaan tablet, kapsul, krim, hingga injeksi. Perseroan pun mempunyai sejumlah anak usaha, antara lain PT Holi Pharma, PT Ethica Industri Farmasi, dan Probiotec Multipack.

Reporter: Gemilang Ramadhan