JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan meneruskan tren penguatan yang terikat dalam rentang terbatas pada sesi perdagangan Rabu (3/6/2026). Perkiraan ini muncul setelah pada hari Selasa (2/6/2026) indeks ditutup melesat sebesar 1,11 persen menuju posisi 6.195,427.
Pergerakan indeks saham di dalam negeri tengah dipengaruhi oleh langkah hati-hati para pelaku pasar dalam merespons beberapa sentimen eksternal global.
Perhatian utama para pemodal saat ini berfokus pada publikasi data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), yang dinilai sebagai parameter kekuatan ekonomi sekaligus indikator arah kebijakan suku bunga acuan The Fed.
Di samping faktor ekonomi AS, volatilitas situasi geopolitik di Timur Tengah juga terus dipantau lantaran berisiko memberikan dampak bagi pasar keuangan dunia. Dari sisi analisis teknikal, laju indeks saham domestik diestimasi bakal bergerak di antara area support 6.112 serta resistance pada level 6.286.
Terdapat sejumlah saham yang dinilai berpotensi untuk dicermati oleh para investor ritel. Di antaranya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang diprediksi bergulir pada kisaran harga Rp 2.140 sampai Rp 2.520 per saham.
Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pun turut memikat perhatian dengan target harga berkisar antara Rp 5.025 hingga Rp 5.575 per lembar saham.
Berikutnya, saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) juga dipandang prospektif dengan estimasi rentang harga di angka Rp 2.020 sampai Rp 2.240 per saham.
Saran investasi lain tertuju pada saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang pada sesi perdagangan sebelumnya berakhir menguat 8,30 persen di level Rp Rp 1.305.
Titik pembelian untuk saham MEDC bisa diperhatikan pada rentang Rp 1.205, dengan target profit-taking di Rp 1.250 serta pembatasan risiko kerugian pada Rp 1.150.
Sementara itu, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dinilai masih berpeluang untuk menguat kembali, meski sebelumnya sempat ditutup melemah 0,72 persen menuju harga Rp 2.760 per saham.
Area beli yang disarankan untuk PTBA berada di harga Rp 2.780 dengan target harga mencapai Rp 2.880 dan batas risiko rugi di kisaran Rp 2.600.
Dari industri telekomunikasi, saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan pertumbuhan 1,77 persen dan mengakhiri sesi perdagangan di posisi Rp 2.880.
Zona akumulasi untuk saham EXCL direkomendasikan pada rentang harga Rp 2.830 dengan target harga di level Rp Rp 2.930 serta batasan kerugian pada posisi Rp 2.520.