Investor Asing Lepas Saham BMRI dan BBRI Saat IHSG Menguat

ILUSTRASI, Investor asing mencatatkan aksi jual bersih saham BMRI dan BBRI saat IHSG menguat 1,96 persen. (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 26 Juni 2026 | 13:41:57 WIB

JAKARTA – Investor luar negeri membukukan aksi jual bersih (net sell) terhadap beberapa saham pilihan di kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari Kamis (25/6/2026) di zona hijau, dengan kenaikan sebesar 115,1 poin atau 1,96 persen ke posisi 5.999.

Mengacu pada data dari Stockbit, saham BMRI menjadi yang paling banyak dilego oleh pihak asing dengan nilai transaksi melego sebesar Rp 224,1 miliar. 

Posisi berikutnya ditempati oleh BBRI yang merangkum net sell senilai Rp 93,2 miliar, lalu disusul oleh KLBF dengan angka transaksi mencapai Rp 43,5 miliar.

Di bawah ini merupakan daftar 10 saham yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih asing tertinggi pada perdagangan Kamis (25/6/2026):

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp 224,1 miliar

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp 93,2 miliar

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): Rp 43,5 miliar

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 40 miliar

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR): Rp 39,8 miliar

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): Rp 31,4 miliar

PT Indosat Tbk (ISAT): Rp 29,3 miliar

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI): Rp 26,5 miliar

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp 19,7 miliar

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 19,7 miliar

Jika diakumulasikan secara menyeluruh, pemodal asing membukukan transaksi jual bersih di seluruh lini pasar perdagangan pada Kamis (25/6/2026) dengan nilai kumulatif menyentuh Rp 299 miliar. 

Adapun rincian nilai net sell asing di pasar reguler bertengger di angka Rp 201,1 miliar, sedangkan untuk pasar negosiasi beserta tunai terkumpul sebesar Rp 97,9 miliar.

Di tengah maraknya aksi pelepasan saham tersebut, laju pergerakan IHSG pada Kamis (25/6/2026) terpantau tetap tangguh dan ditutup melonjak sebesar 115,1 poin atau 1,96 persen menuju level 5.999. 

Secara keseluruhan, nilai perdagangan di bursa saham domestik tercatat membukukan angka Rp 13,65 triliun, yang ditopang oleh penguatan 562 saham, pelemahan 148 saham, serta sebanyak 249 saham bergerak stagnan.

Sementara itu, untuk volume perdagangan yang berhasil dibukukan mencapai total 20,91 miliar lembar saham, dengan tingkat frekuensi transaksi di pasar saham menyentuh angka 1.666 juta kali.

Reporter: Gemilang Ramadhan