Investor Asing Lepas Saham BMRI dan BBRI Saat IHSG Menguat
JAKARTA – Investor luar negeri membukukan aksi jual bersih (net sell) terhadap beberapa saham pilihan di kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari Kamis (25/6/2026) di zona hijau, dengan kenaikan sebesar 115,1 poin atau 1,96 persen ke posisi 5.999.
Mengacu pada data dari Stockbit, saham BMRI menjadi yang paling banyak dilego oleh pihak asing dengan nilai transaksi melego sebesar Rp 224,1 miliar.
Posisi berikutnya ditempati oleh BBRI yang merangkum net sell senilai Rp 93,2 miliar, lalu disusul oleh KLBF dengan angka transaksi mencapai Rp 43,5 miliar.
Di bawah ini merupakan daftar 10 saham yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih asing tertinggi pada perdagangan Kamis (25/6/2026):
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp 224,1 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp 93,2 miliar
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): Rp 43,5 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 40 miliar
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR): Rp 39,8 miliar
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): Rp 31,4 miliar
PT Indosat Tbk (ISAT): Rp 29,3 miliar
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI): Rp 26,5 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp 19,7 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 19,7 miliar
Jika diakumulasikan secara menyeluruh, pemodal asing membukukan transaksi jual bersih di seluruh lini pasar perdagangan pada Kamis (25/6/2026) dengan nilai kumulatif menyentuh Rp 299 miliar.
Adapun rincian nilai net sell asing di pasar reguler bertengger di angka Rp 201,1 miliar, sedangkan untuk pasar negosiasi beserta tunai terkumpul sebesar Rp 97,9 miliar.
Di tengah maraknya aksi pelepasan saham tersebut, laju pergerakan IHSG pada Kamis (25/6/2026) terpantau tetap tangguh dan ditutup melonjak sebesar 115,1 poin atau 1,96 persen menuju level 5.999.
Secara keseluruhan, nilai perdagangan di bursa saham domestik tercatat membukukan angka Rp 13,65 triliun, yang ditopang oleh penguatan 562 saham, pelemahan 148 saham, serta sebanyak 249 saham bergerak stagnan.
Sementara itu, untuk volume perdagangan yang berhasil dibukukan mencapai total 20,91 miliar lembar saham, dengan tingkat frekuensi transaksi di pasar saham menyentuh angka 1.666 juta kali.