Sukses IPO Saham JELI Menguat 24,89 Persen pada Hari Kedua di BEI

ILUSTRASI, Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) menguat 24,89 persen pada hari kedua perdagangan di BEI. (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 08 Juli 2026 | 11:38:25 WIB

JAKARTA – Tren positif kembali ditunjukkan oleh saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) pada hari kedua perdagangannya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7/2026). Saham emiten yang bergerak di industri pembuatan makanan ini mengawali perdagangan di posisi Rp1.405 per saham, yang berarti mengalami lonjakan sekitar 24,89 persen dari harga penawaran umum perdana (IPO). Peningkatan ini meneruskan performa gemilang sejak hari pertama melantai, sekaligus menjadi indikator respons positif para pemodal terhadap masa depan bisnis perusahaan.

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S Lukman, menyampaikan bahwa apresiasi yang diberikan oleh pasar menjadi motivasi tambahan bagi perusahaan untuk konsisten mempertahankan pertumbuhan bisnis secara jangka panjang.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan investor kepada JELI. Pergerakan saham dalam dua hari pertama perdagangan mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek fundamental Perseroan ke depan," ujar Adhi sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Rabu (8/7/2026).

Dia menjelaskan bahwa seluruh dana yang didapatkan dari proses IPO bakal dialokasikan guna menyokong rencana ekspansi perusahaan, khususnya dalam menciptakan varian produk anyar yang dinilai punya potensi pasar menjanjikan.

"Dana hasil IPO akan kami gunakan untuk mendukung pengembangan berbagai produk baru, termasuk kategori gummies dan inovasi produk jeli lainnya. Kami melihat peluang pertumbuhan pasar masih sangat besar, sehingga inovasi akan terus menjadi salah satu fokus utama Perseroan dalam meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan dan profitabilitas di masa mendatang," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada kesempatan lain, CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, berpendapat bahwa tingginya minat serta respons positif dari para investor terhadap saham JELI tidak lepas dari fondasi fundamental kokoh yang telah dibentuk selama lebih dari tiga puluh tahun.

"JELI telah beroperasi selama lebih dari 35 tahun. Selama periode tersebut, Perseroan terus mengembangkan produk-produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Menurut kami, rekam jejak tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam melihat prospek bisnis Perseroan," sebutnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dirinya menilai, para pelaku pasar saat ini bersikap kian selektif ketika menentukan emiten yang dinilai mempunyai potensi pertumbuhan yang baik dalam jangka panjang.

"JELI didukung oleh portofolio merek, jaringan distribusi, dan pengalaman operasional yang telah dibangun selama puluhan tahun. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian dari faktor yang diperhatikan investor dalam menilai prospek Perseroan," ucap Bernadus sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bernadus menambahkan bahwa fluktuasi maupun pergerakan saham JELI di fase awal perdagangan merupakan hal yang wajar dalam dinamika pasar saham. 

Ia memandang para investor pada umumnya akan menimbang beragam instrumen, mulai dari fundamental emiten, tata kelola perusahaan, hingga strategi bisnis sebelum menetapkan keputusan investasi mereka.

Di sisi lain, manajemen perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada inovasi produk, perluasan jangkauan pasar, serta optimalisasi efisiensi operasional sebagai pilar strategi bisnis ke depan. 

Melalui upaya-upaya tersebut, perusahaan berharap dapat menyokong ekspansi usaha yang berkesinambungan sekaligus memberikan nilai tambah optimal bagi seluruh pemegang saham.

Reporter: Gemilang Ramadhan