Danantara Diminta Dorong Produktivitas dan Daya Saing Ekspor BUMN

ILUSTRASI, Beberapa BUMN seperti Krakatau Steel dan Kimia Farma berhasil membalikkan kondisi rugi menjadi laba. (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 08 Juli 2026 | 13:49:54 WIB

JAKARTA — Pencapaian transformasi badan usaha milik negara (BUMN) dianggap tidak boleh diukur semata-mata dari kenaikan keuntungan yang diraih. Pembenahan BUMN juga mesti dibuktikan lewat naiknya produktivitas, kemampuan bersaing, dan sistem tata kelola yang sanggup mempertahankan kinerja dalam jangka panjang.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti memberikan pujian terhadap langkah Danantara Indonesia yang sudah menyelesaikan laporan keuangan seluruh BUMN untuk Tahun Buku 2025. 

Berdasarkan pandangannya, capaian tersebut menjadi landasan krusial demi meneruskan pembenahan bisnis serta penyatuan sektor pada perusahaan milik negara.

"Kami apresiasi jika banyak BUMN meningkatkan keuntungannya dan berhasil pulih dari kerugian berkat transformasi, perampingan, pemangkasan lapisan manajemen, serta efisiensi biaya operasional secara besar-besaran," kata Esther dalam keterangannya, sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Selasa (7/7/2026).

Pada waktu sebelumnya, Danantara mengabarkan adanya peningkatan performa pada sejumlah BUMN selama periode April 2025 sampai April 2026, baik lewat penambahan profit maupun kesuksesan beberapa perseroan membalikkan keadaan dari merugi menjadi mencetak keuntungan. 

Walakin, laporan keuangan gabungan BUMN tersebut kini masih berada dalam tahapan audit.

Walaupun begitu, Esther menganggap bahwa kenaikan profit belum memadai untuk dijadikan parameter primer kesuksesan sebuah transformasi. 

Menurut pandangannya, pembenahan BUMN juga harus ditakar berdasarkan kesanggupan korporasi dalam mendongkrak produktivitas, memperkokoh daya saing, serta memelihara performa positif untuk masa depan.

"Selain pertumbuhan laba, indikator keberhasilan lain bisa dilihat dari kemampuan perusahaan memperkuat daya saing dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dia mengimbuhkan bahwa kelangsungan transformasi BUMN amat bertumpu pada adanya jaminan hukum serta situasi investasi yang mendukung. 

Aturan yang ajek dianggap krusial demi menghadirkan rasa aman bagi penanam modal sekaligus menyokong pertumbuhan bisnis BUMN.

Esther pun melihat kalau penataan ulang yang ditopang oleh Danantara Asset Management mulai membuahkan hasil pada beberapa korporasi, termasuk di antaranya Krakatau Steel dan Kimia Farma, yang dinyatakan sukses memutarbalikkan performa dari kondisi rugi menuju cetak laba.

Di sisi berbeda, dia memandang bahwa arah kebijakan pengaturan dividen BUMN lewat Badan Pengelola Investasi Danantara sudah berjalan pada koridor yang semestinya, asalkan modal tersebut disalurkan kembali ke dalam proyek-proyek strategis yang mendatangkan profit ekonomi jangka panjang.

Berdasarkan penilaian Esther, alokasi investasi idealnya didahulukan untuk pengerjaan peralihan energi ramah lingkungan, pengadaan infrastruktur fundamental, serta hilirisasi industri demi mendongkrak nilai jual komoditas sekaligus memperkuat daya saing ekspor tanah air.

Reporter: Gemilang Ramadhan