Pembangunan PSEL Bali Kurangi Kebutuhan Lahan TPA 80 Persen

ILUSTRASI, Proyek PSEL Bali diperkirakan dapat mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 80 persen. (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 08 Juli 2026 | 14:35:14 WIB

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mewujudkan proyek infrastruktur hijau di dalam negeri. Langkah awal dari proyek tersebut ditandai dengan pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Provinsi Bali.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menuturkan, proyek strategis yang ramah lingkungan ini membutuhkan investasi yang sangat besar.

"Dan inisiatif ini bernilai Rp 3 triliun, diperkirakan menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekitar 80%," ujarnya dalam Peresmian Pembangunan PSEL Bali, Rabu (8/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pandu menjelaskan, pembangunan PSEL Bali ini diprediksi memberikan efek yang signifikan bagi pemrosesan sampah, energi hijau, hingga perekonomian lokal lewat standar Eropa.

Dia menyampaikan bahwa proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau lebih dari 40% timbulan sampah Bali terolah," kata Pandu.

Melihat dari aspek lingkungan, Pandu melanjutkan, keberadaan PSEL Bali memiliki target untuk menekan emisi gas rumah kaca dari tempat pembuangan akhir dalam jumlah masif.

"PSEL Bali juga diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir hingga 80% dan mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton secara CO2 per tahun," tambahnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bukan sekadar memangkas volume sampah, berdirinya infrastruktur hijau bernilai fantastis ini dipastikan akan mengalirkan pasokan listrik untuk warga lokal.

Pandu menyatakan dengan tegas bahwa dari aspek energi, program pengolahan sampah modern ini bakal memproduksi energi hijau yang mampu memasok kebutuhan sekitar 100.000 rumah masyarakat Bali.

Sementara itu, tahapan awal dari pengerjaan proyek berskala besar ini sudah resmi dimulai lewat penandatanganan perjanjian jual beli listrik.

"Pada hari ini, Rabu 8 Juli 2026, PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase penting melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL," tandasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan