Jababeka Genjot Target SDGs Lewat Kolaborasi dan Program Hijau

ILUSTRASI, Pusat Daur Ulang Mekarmukti mengolah limbah organik dengan budidaya maggot Black Soldier Fly. (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 08 Juli 2026 | 14:35:14 WIB

JAKARTA – PT Jababeka Tbk. (KIJA) terus mengoptimalkan realisasi target Sustainable Development Goals (SDGs). Langkah ini diwujudkan melalui penataan berbagai program yang berfokus pada kelestarian lingkungan, penguatan sosial, serta stimulasi ekonomi warga di sekitar area industri mereka.

Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur, Didik Purbadi, menjelaskan bahwa rangkaian program kerja yang diinisiasi oleh perusahaan dirancang demi menyokong tiga pilar krusial SDGs, yaitu sektor ekonomi, sosial, serta lingkungan. 

Salah satu tindakan nyata yang dilakukan adalah pemulihan wilayah hutan mangrove di pesisir Muara Gembong. 

Agenda ini dilaksanakan untuk memproteksi ekosistem pantai sekaligus merangkul warga lokal dalam aktivitas perlindungan alam serta rintisan wisata berbasis lingkungan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Di bidang pengelolaan lingkungan, perusahaan juga mengembangkan Pusat Daur Ulang [PDU] Mekarmukti melalui pengolahan limbah organik menggunakan budidaya maggot Black Soldier Fly [BSF]," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

Aktivitas yang bertumpu pada peran serta warga ini tidak sekadar efektif memangkas kuantitas sampah organik, melainkan juga membuka ruang pendapatan baru lewat pemanfaatan produk turunan hasil daur ulang limbah.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Sementara itu, aspek sosial diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penguatan Badan Usaha Milik Desa [BUMDes], pelatihan keterampilan menjahit, hingga pendampingan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan," lanjutnya.

Didik menggarisbawahi bahwa kesuksesan pembangunan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud berkat adanya sinergi yang solid antara pelaku usaha, instansi pemerintah, dan elemen masyarakat.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Bagi Jababeka, tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan dampak yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia menambahkan, program-program yang telah berjalan harmonis bersama warga setempat tersebut menjadi pemacu motivasi bagi korporasi untuk tiada henti mendongkrak andil mereka dalam memajukan perekonomian daerah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Jababeka Infrastruktur, Vega Violetta Puspa, menyebutkan bahwa pihak manajemen siap memperlebar jangkauan kemitraan dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan tinggi, serta para pemangku kepentingan lainnya. 

Hal ini dilakukan agar eksekusi program tanggung jawab sosial perusahaan dapat menghadirkan impresi positif dan faedah yang lebih masif.

Ia memaparkan bahwa strategi tersebut menjadi bagian dari visi korporasi dalam menyokong target pembangunan berkelanjutan di level nasional. 

Caranya adalah dengan mengarsiteki kawasan industri yang tidak semata-mata mengejar profitabilitas ekonomi, tetapi juga menaruh kepedulian tinggi pada faktor lingkungan hidup dan taraf hidup masyarakat.

Melalui stimulus ragam program tersebut, Jababeka berupaya menghadirkan ekosistem zona industri yang ramah lingkungan dengan memadukan profit bisnis, konservasi alam, dan penguatan kemandirian masyarakat. 

Pola pendekatan ini dinilai selaras dengan tren perkembangan industri global yang kian menempatkan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) serta target SDGs sebagai fondasi strategi korporasi untuk jangka panjang.

Secara lebih komprehensif, gerakan ini merepresentasikan keseriusan perusahaan dalam membangun kawasan dengan ekosistem digital yang padu, sekaligus bermigrasi menuju peradaban masa depan yang lebih asri dan cerdas.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Sebagaimana komitmen Jababeka, yakni tak hanya membangun kota mandiri berbasis industri terintegrasi saja, tapi Jababeka ingin membangun masa depan industri," terangnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan