Harga Minyak Dunia Koreksi 10 Persen Transaksi Olein JFX Melonjak

ILUSTRASI, Harga minyak dunia turun 10 persen memicu lonjakan transaksi kontrak olein di JFX. (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:17:51 WIB

JAKARTA – Dinamika pasar komoditas global sepanjang Juni 2026 memicu lonjakan aktivitas perdagangan di Jakarta Futures Exchange (JFX). Kontrak olein menjadi primadona dengan membukukan nilai transaksi lebih dari Rp7,3 triliun, disusul perdagangan timah ekspor yang menembus Rp2,6 triliun.

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange Yazid Kanca Surya menjelaskan bahwa volatilitas yang dipicu oleh dinamika geopolitik, pergeseran pasokan global, hingga fluktuasi harga energi dunia tidak lantas menjadi tekanan bagi pelaku usaha. 

Sebaliknya, dia menuturkan pergerakan harga tersebut justru dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk melakukan lindung nilai atau hedging dan mengelola risiko.

“Ketika volatilitas meningkat, kebutuhan pelaku usaha terhadap instrumen pengelolaan risiko juga ikut meningkat. Bursa memberikan mekanisme perdagangan yang transparan sehingga pelaku pasar memiliki fleksibilitas untuk merespons perubahan harga," ujar Yazid dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).

Di sisi lain, produk kontrak olein mencatatkan pertumbuhan volume transaksi yang konsisten selama tiga pekan berturut-turut. Volume transaksi terkerek dari posisi 6,2 ribu lot pada awal Juni menjadi 27 ribu lot pada pekan terakhir. 

Nilai transaksinya pun melonjak dari Rp1,3 triliun menjadi Rp2,8 triliun pada akhir bulan, atau menggenapi total transaksi olein sebesar Rp7,3 triliun.

Pergerakan likuiditas olein utamanya dipicu oleh koreksi tajam harga minyak mentah dunia menyusul redanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta pulihnya jalur logistik melalui Selat Hormuz.

"Redanya konflik antara AS dan Iran serta pulihnya jalur pelayaran melalui Selat Hormuz mendorong koreksi harga minyak mentah dunia sekitar 10%. Pergerakan tersebut turut mempengaruhi harga CPO dan olein,” tutur Yazid sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, perdagangan timah ekspor mencatatkan reli volume signifikan pada paruh kedua Juni 2026. Data JFX menunjukkan volume transaksi timah sempat menyusut ke 300 ton pada periode 7–13 Juni, sebelum akhirnya melonjak menjadi 795 ton pada pekan berikutnya, dan bertengger di 1.280 ton pada 21–27 Juni. 

Secara kumulatif, nilai transaksi mingguan merangkak naik dari Rp297 miliar menjadi Rp736 miliar dan menyentuh Rp1,2 triliun pada pekan pamungkas Juni, sehingga total nilai transaksi bulanan mencapai Rp2,6 triliun.

Yazid memaparkan lonjakan transaksi timah ini didorong oleh bauran sentimen domestik dan eksternal. Dari dalam negeri, aktivitas pasar bergairah seiring dengan rampungnya penerbitan izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

“Sementara itu, koreksi harga timah dunia dimanfaatkan oleh para pembeli internasional untuk memperoleh pasokan timah dari Indonesia,” ujar Yazid sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pelaku pasar juga dilaporkan mulai mencermati sentimen baru terkait rencana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia, yang diproyeksikan bakal mengambil peran strategis dalam tata kelola ekspor komoditas nasional.

Reporter: Gemilang Ramadhan