Daftar MoU Investasi RI-AS US$38 Miliar, Dari Jagung Hingga Baju Bekas
- Kamis, 19 Februari 2026
JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama sejumlah pengusaha dalam negeri baru-baru ini menandatangani 10 nota kesepahaman (MoU) dengan pelaku bisnis Amerika Serikat (AS), yang mencatatkan nilai investasi besar sebesar US$38,4 miliar (sekitar Rp648,9 triliun).
Penandatanganan MoU ini terjadi dalam ajang Indonesia-US Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washington, D.C., pada Rabu.
Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan pemerintah Indonesia dan AS, tetapi juga beberapa pelaku bisnis dan sektor usaha dari kedua negara, yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama investasi dan perdagangan.
Baca JugaDanantara Fokus Penguatan Keselamatan Transportasi di Koto Baru
Forum bisnis ini menghubungkan berbagai organisasi penting, seperti Kadin Indonesia dengan US Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council, dan USINDO.
Dalam pertemuan ini, sejumlah perjanjian terkait kerja sama investasi ditandatangani dalam berbagai sektor, mulai dari pangan, industri, energi, hingga teknologi, mencerminkan keinginan kedua negara untuk membangun kolaborasi yang lebih erat di masa depan.
MoU Dalam Sektor Pangan dan Industri
Salah satu sektor yang mendapatkan perhatian besar dalam pertemuan ini adalah sektor pangan. MoU pertama yang disepakati melibatkan Sorini Agro Asia dan Cargill yang sepakat untuk bekerja sama dalam komoditas jagung. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasokan jagung di Indonesia, yang diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional.
Kemitraan ini juga sejalan dengan upaya Indonesia untuk memperkuat sektor pertanian dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku pangan.
Selain jagung, sektor tekstil juga menjadi fokus penting dalam kesepakatan ini. MoU lain yang ditandatangani adalah kerja sama antara Busana Apparel Group dan US National Cotton Council terkait dengan komoditas kapas. Kapas menjadi salah satu bahan baku penting dalam industri tekstil Indonesia yang terus berkembang.
Adapun Pan Brothers, salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia, juga menjalin kesepakatan dengan Ravel untuk menangani pengolahan pakaian bekas (shredded worn clothing). Peningkatan pengolahan pakaian bekas di Indonesia dapat memberikan nilai tambah bagi industri tekstil dan fashion dalam negeri.
Perjanjian Investasi Di Bidang Energi dan Teknologi
Selain sektor pangan dan tekstil, sejumlah perjanjian penting lainnya juga ditandatangani dalam sektor energi dan teknologi. Sebagai contoh, MoU antara Pertamina dan Halliburton untuk proyek oilfield recovery yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi energi Indonesia.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor energi nasional yang berkelanjutan dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Sektor teknologi juga menjadi fokus dengan penandatanganan MoU di bidang semikonduktor. Galang Bumi Industri, perusahaan Indonesia yang bergerak dalam industri semikonduktor, menandatangani kesepakatan dengan dua perusahaan teknologi besar dari AS, yaitu Essence dan Tynergy Technology Group.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital Indonesia, serta mendorong perkembangan ekosistem teknologi yang semakin maju.
Daftar MoU Investasi RI-AS
Berikut adalah daftar lengkap MoU yang ditandatangani dalam forum bisnis tersebut:
1. MoU Mineral Kritis
Antara Freeport McMoRan dan Menteri Investasi/CEO Danantara
2. MoU Oilfield Recovery
Antara Pertamina dan Halliburton
3. MoU Jagung
Antara Sorini Agro Asia dan Cargill
4. MoU Kapas
Antara Busana Apparel Group dan US National Cotton Council
5. MoU Kapas
Antara Daehan Global dan US National Cotton Council
6. MoU Pakaian Bekas (Shredded Worn Clothing)
Antara Pan Brothers dan Ravel
7. MoU Furnitur
Antara ASMINDO dan Bingaman & Son Lumber
8. MoU Furnitur
Antara HIMKI dan American Hardwood Export Council
9. MoU Semikonduktor
Antara Galang Bumi Industri dan Essence
10. MoU Semikonduktor
Antara Galang Bumi Industri dan Tynergy Technology Group
Pertemuan Bisnis dengan Pemimpin Dunia Usaha AS
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, yang membuka acara dengan menekankan pentingnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Bersama dengan sejumlah pejabat tinggi pemerintah Indonesia, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan CEO Danantara Rosan Roeslani, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Prabowo memberikan arahan terkait komitmen Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Tidak hanya pejabat dari pemerintah Indonesia, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari sektor bisnis Amerika Serikat, termasuk CEO dari US Chamber of Commerce, Brian McFeeters, dan berbagai pemimpin perusahaan multinasional lainnya, seperti Richard Adkerson (Freeport McMoran), Martina Cheung (S&P Global), dan Wade Floyd (ExxonMobil Indonesia).
Impak Positif Untuk Ekonomi Indonesia
Dengan total investasi yang mencapai US$38,4 miliar, kerja sama ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan Amerika Serikat. Berbagai sektor yang terlibat, mulai dari pangan, energi, hingga teknologi, diharapkan dapat mendongkrak ekonomi Indonesia dan mempercepat proses transformasi di sektor-sektor strategis.
Selain itu, perjanjian ini juga memberikan peluang bagi sektor industri Indonesia untuk berkembang, memperluas pasar global, dan memperkuat ketahanan industri dalam negeri.
Pemerintah Indonesia berharap, dengan adanya komitmen investasi ini, Indonesia dapat meningkatkan daya saing industri domestik, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, serta mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Harga Buyback Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian 19 Februari 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
Daftar Menu Sahur Kilat Di Bawah Sepuluh Menit Yang Murah Dan Praktis
- Kamis, 19 Februari 2026
Dua Puluh Satu Ide Jualan Takjil Ramadan 2026 Paling Laris Menguntungkan
- Kamis, 19 Februari 2026
Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Untuk Wilayah Kota Medan Dan Sekitarnya Resmi Rilis
- Kamis, 19 Februari 2026
Daftar Sepuluh Negara Dunia Yang Memangkas Jam Kerja Selama Ramadan 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
Terpopuler
1.
Danantara Fokus Penguatan Keselamatan Transportasi di Koto Baru
- 19 Februari 2026
2.
Anggaran Kemenhub 2026 Fokus pada Infrastruktur dan Keselamatan
- 19 Februari 2026
3.
Presiden Ajak Pengusaha AS Berinvestasi untuk Kemajuan Indonesia
- 19 Februari 2026
4.
Menteri Pertahanan Paparkan Kunci Stabilitas Ekonomi Indonesia di AS
- 19 Februari 2026
5.
Kerja Sama PSN RI-AS di Batam Perkuat Industri Semikonduktor
- 19 Februari 2026













