Pakar Kesehatan Sarankan Menu Sahur Rebusan dan Kukusan Demi Jaga Kebugaran
- Sabtu, 21 Februari 2026
JAKARTA - Dokter spesialis gizi menekankan bahwa mengonsumsi makanan yang diolah dengan cara direbus atau dikukus saat sahur jauh lebih menyehatkan bagi stabilitas energi tubuh.
Metode pengolahan makanan tanpa menggunakan minyak goreng secara berlebihan dipercaya mampu menjaga kualitas nutrisi serta mencegah timbulnya berbagai gangguan pencernaan selama menjalankan ibadah puasa harian.
Pihak medis menyarankan masyarakat untuk mulai beralih pada pola makan yang lebih bersih guna memastikan kondisi fisik tetap prima dalam menghadapi aktivitas yang padat sepanjang hari.
Baca JugaDaftar 11 Menu Buka Puasa Paling Populer di Dunia Yang Unik Sekali
Keunggulan Nutrisi Makanan Tanpa Gorengan Untuk Menjaga Metabolisme Tubuh
Makanan yang diproses dengan teknik kukus atau rebus memiliki keunggulan karena tidak mengandung lemak trans yang dapat memperberat kerja organ hati serta sistem pencernaan manusia.
Kandungan vitamin dan mineral di dalam sayuran maupun protein hewani cenderung lebih terjaga keutuhannya dibandingkan dengan teknik penggorengan yang menggunakan suhu sangat tinggi sekali pada minyaknya.
Dengan terjaganya kadar nutrisi tersebut maka tubuh akan mendapatkan asupan energi yang lebih berkualitas sehingga rasa lemas yang sering muncul saat siang hari dapat diminimalisir secara efektif.
Pesan Dokter Mengenai Variasi Menu Agar Tubuh Tidak Kekurangan Energi
Meskipun makanan rebusan dan kukusan jauh lebih sehat namun dokter mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan keberagaman jenis pangan agar kebutuhan makro nutrisi tetap terpenuhi secara seimbang.
Jangan hanya mengonsumsi satu jenis bahan makanan saja tetapi harus mengombinasikan antara karbohidrat kompleks protein serta serat yang cukup agar perut terasa kenyang dalam waktu lebih lama.
Dokter juga menyarankan untuk menambahkan sedikit lemak sehat seperti minyak zaitun atau kacang-kacangan sebagai pelengkap guna membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak di dalam tubuh kita.
Mencegah Gangguan Asam Lambung Melalui Pola Makan Rebusan yang Lembut
Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit lambung mengonsumsi hidangan yang dikukus akan sangat membantu menenangkan dinding perut karena teksturnya yang jauh lebih lembut dan mudah dicerna.
Makanan berminyak dan bersantan seringkali menjadi pemicu utama kenaikan asam lambung di siang hari yang menyebabkan rasa perih serta mual yang sangat mengganggu kenyamanan beribadah setiap harinya.
Dengan beralih ke menu yang lebih ringan maka risiko terjadinya kembung atau begah setelah sahur dapat ditekan sehingga kualitas istirahat setelah makan fajar menjadi jauh lebih berkualitas lagi.
Pentingnya Menjaga Hidrasi Selain Memperhatikan Jenis Pengolahan Makanan
Selain fokus pada cara memasak tenaga medis juga mengingatkan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan meminum air putih dalam jumlah yang cukup pada saat waktu sahur tiba.
Makanan rebusan yang kaya akan kuah bening seperti sup sayuran juga dapat menjadi sumber hidrasi tambahan yang sangat baik bagi sel-sel tubuh yang akan berpuasa selama belasan jam.
Hindari penggunaan garam yang terlalu banyak pada masakan rebusan Anda karena natrium berlebih justru akan memicu rasa haus yang lebih cepat datang saat matahari mulai terik di siang hari.
Tips Mengolah Hidangan Kukus Agar Tetap Memiliki Cita Rasa yang Lezat
Banyak orang enggan mengonsumsi makanan rebusan karena dianggap hambar namun hal tersebut dapat disiasati dengan penggunaan rempah-rempah alami seperti bawang putih jahe dan ketumbar yang melimpah.
Penggunaan bumbu alami tidak hanya meningkatkan nafsu makan saat dini hari tetapi juga memberikan khasiat tambahan bagi sistem imun tubuh dalam melawan berbagai ancaman kuman penyakit dari luar.
Kreativitas dalam meracik bumbu menjadi kunci utama agar menu sehat ini tetap dinikmati oleh seluruh anggota keluarga tanpa merasa bosan dengan rasa yang monoton setiap harinya di meja makan.
Hingga hari Sabtu 21 Februari 2026 tren gaya hidup sehat dengan meminimalkan gorengan semakin populer di kalangan masyarakat urban yang mulai menyadari pentingnya investasi kesehatan jangka panjang.
Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan ahli gizi jika memiliki kondisi kesehatan khusus agar program diet selama bulan puasa ini dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan medis tubuh Anda.
Mari kita wujudkan puasa yang lebih berkualitas dengan memulai kebiasaan baik dari meja makan sahur demi mendapatkan keberkahan serta kesehatan yang paripurna lahir maupun batin bagi semua orang.
Yoga
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia Diprediksi Tembus 5,7 Persen Tahun Ini
- Jumat, 20 Februari 2026
Penjualan ULTJ Meningkat Signifikan dengan Optimalisasi Momentum Ramadhan
- Jumat, 20 Februari 2026
Epicor Hadirkan Teknologi Canggih dan Talenta Unggul untuk Industri Manufaktur
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Indonesia Kurangi Impor Minyak Negara Lain Usai Borong BBM Amerika Serikat
- Sabtu, 21 Februari 2026
Pertamina Resmi Teken Kesepakatan Impor BBM dan LPG dari Amerika Serikat Tahun 2026
- Sabtu, 21 Februari 2026
Dokumen Amdal Proyek Abadi Masela Resmi Diserahkan Sinyal Kuat Segera Groundbreaking
- Sabtu, 21 Februari 2026
PLN EPI Sukses Sabet 2 Penghargaan PRIA 2026 Perkuat Komunikasi Sektor Energi
- Sabtu, 21 Februari 2026
PLN Kalselteng Berhasil Tekan Durasi Serta Frekuensi Gangguan Listrik Tahun 2025
- Sabtu, 21 Februari 2026
Terpopuler
1.
Daftar 6 Jenis Makanan Ampuh Cegah Kanker Usus Besar Bagi Generasi Z
- 21 Februari 2026













