Selasa, 12 Mei 2026

Tata Kelola Korporasi Kunci Pikat Modal Asing di Tengah Ketidakpastian

Tata Kelola Korporasi Kunci Pikat Modal Asing di Tengah Ketidakpastian
ILUSTRASI, Uang (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Tata kelola korporasi kini menjadi faktor krusial guna memikat investor agar bersedia mengalokasikan modalnya di Indonesia, terutama di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, dalam acara Sosialisasi Annual Report Award (ARA) 2025 yang digelar Komite Nasional Kebijakan Governans (KNKG) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (11/5/2026). 

Ferry Irawan menjelaskan bahwa dalam kondisi ketidakpastian, para penanam modal akan bersikap jauh lebih selektif, di mana kualitas tata kelola menjadi salah satu poin penilaian utama.

"Investor tentu memprioritaskan negara-negara yang memiliki fundamental yang kuat, regulator yang kredibel, serta korporasi yang mampu menerapkan tata kelola yang baik secara konsisten," ucap Ferry sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Baca Juga

Investor DKFT Resmi Terima Dividen Rp3.500 Per Lot Hari Ini

Menurut Ferry Irawan, Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk memperkokoh basis tata kelola, baik pada level makro maupun korporasi, sebagai bentuk sumber daya struktural yang bersifat berkelanjutan. 

Arus investasi memang sangat dibutuhkan Indonesia demi memacu percepatan pertumbuhan ekonomi serta mengejar target angka pertumbuhan sebesar 8% pada tahun 2029.

Berdasarkan dokumen rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, total kebutuhan investasi diproyeksikan mencapai Rp8.677,39-Rp8.841,32 triliun demi meraih target pertumbuhan di kisaran 5,9%-7,5% pada tahun 2027.

Ferry Irawan memaparkan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang menuntut adanya kecepatan investasi, perbaikan produktivitas, serta penguatan pada berbagai sektor berkualitas, mulai dari manufaktur, pertanian, hilirisasi, ekonomi digital, hingga ketahanan energi. 

Hal ini memerlukan ketersediaan aliran modal yang stabil, baik dari pasar dalam negeri maupun global.

"Dan hanya modal itu akan mengalir pada saat terdapat tingkat kepercayaan terhadap kualitas tata kelola baik dari sisi pemerintah maupun di sisi korporasinya," kata Ferry sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak Komite Nasional Kebijakan Governans (KNKG) mengadakan Sosialisasi ARA 2025 dengan mengusung tema "Raising the Bar on Sustainability Governance: Transparency as the Foundation of Trust." Tema tersebut menjadi cerminan dari tingginya ekspektasi investor, regulator, serta masyarakat luas agar perusahaan tidak sekadar memamerkan performa finansial, tetapi juga sanggup membangun tata kelola keberlanjutan yang transparan, kredibel, dan menjunjung integritas.

Di tengah situasi global, disrupsi teknologi, risiko perubahan iklim, serta perhatian pada praktik keberlanjutan, faktor transparansi menjadi basis utama dalam merawat kepercayaan publik sekaligus menciptakan nilai jangka panjang. 

Ketua Umum KNKG, Mardiasmo, memberikan penegasan bahwa laporan tahunan serta laporan keberlanjutan harus ditempatkan sebagai instrumen strategis guna menunjukkan kualitas tata kelola perusahaan secara substantif, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif.

"Transparansi yang berintegritas merupakan fondasi kepercayaan. Perusahaan perlu menunjukkan bahwa keberlanjutan telah terinternalisasi dalam strategi bisnis, budaya organisasi, pengelolaan risiko, pengukuran kinerja, hingga proses pengambilan keputusan perusahaan," ujar Mardiasmo sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pacific Universal Jadi Pengendali Baru MAPI Usai Akuisisi 51 Persen

Pacific Universal Jadi Pengendali Baru MAPI Usai Akuisisi 51 Persen

PT Panca Budi Idaman Tebar Dividen Tunai Rp397,50 Miliar

PT Panca Budi Idaman Tebar Dividen Tunai Rp397,50 Miliar

Daftar 10 Saham dengan Bobot Terbesar di Indeks MSCI Indonesia

Daftar 10 Saham dengan Bobot Terbesar di Indeks MSCI Indonesia

Saham Teknologi Lemah, GOTO dan BUKA Tetap Rekomendasi Beli

Saham Teknologi Lemah, GOTO dan BUKA Tetap Rekomendasi Beli

Mendag Sebut DMO 35 Persen Efektif Jaga Stabilitas Harga Minyakita

Mendag Sebut DMO 35 Persen Efektif Jaga Stabilitas Harga Minyakita