Rekomendasi Beli Saham BBNI Naik 3,75 Persen Usai Diborong Asing
JAKARTA – Investor mancanegara mencatatkan nilai aksi beli bersih tertinggi mencapai Rp628,6 miliar pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) di Bursa Efek Indonesia dalam periode sebulan terakhir, sejak 15 April hingga 13 Mei 2026.
Ramainya aktivitas akumulasi tersebut mendorong harga saham bank milik negara ini terangkat sebesar 3,75 persen hingga bertengger di level Rp3.870 per lembar saham pada Rabu (13/5/2026) sebagaimana diwartakan Investor Daily.
Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, tingkat valuasi saham emiten perbankan pelat merah ini dinilai masih relatif murah dengan rasio price to book value (PBV) 0,89 kali, price earning ratio (PER) 7,10 kali, serta nilai kapitalisasi pasar yang menembus Rp144,34 triliun.
Kondisi pasar ini memicu dua perusahaan sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham BBNI pada sesi perdagangan sepekan periode 18-22 Mei 2026.
Phintraco Sekuritas menyarankan opsi beli karena pergerakan saham BBNI dinilai telah melewati batas indikator MA200, serta memberikan rekomendasi area masuk pada level harga 3.800 dengan target harga pertama di angka 4.000 dan target kedua di posisi 4.250.
"Stoploss di bawah 3.670," sebut Phintraco Sekuritas, Senin (18/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di sisi lain, KB Valbury Sekuritas juga memantau laju saham emiten berkode BBNI ini untuk aktivitas perdagangan pada Senin (18/5/2026) dengan menetapkan target harga di posisi 3.900.
Perusahaan broker tersebut menyarankan strategi buy on weakness dengan kisaran area masuk potensial di harga 3.830 hingga 3.870, serta batas manajemen risiko atau stoploss di level 3.760.
Sebelum terjadinya akumulasi besar-besaran oleh investor asing dan rilis rekomendasi dari kedua sekuritas ini, Bank Negara Indonesia diketahui telah merampungkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 pada 7 April 2026 yang lalu.
Total hak pemegang saham yang dialokasikan oleh emiten perbankan BUMN ini mencapai Rp13,03 triliun atau setara dengan Rp349,41 per lembar saham.