Breaking

Nobu Bank dan Bittime Kerja Sama Hadirkan Layanan Virtual Account

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 22 Mei 2026
Nobu Bank dan Bittime Kerja Sama Hadirkan Layanan Virtual Account
ILUSTRASI, Logo bank nobu (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Di tengah laju transformasi digital yang kian cepat, sinergi antara sektor keuangan konvensional dengan industri aset digital saat ini menjadi sebuah kebutuhan yang bersifat strategis. Pergeseran kebiasaan masyarakat, perkembangan teknologi blockchain, serta lonjakan ketertarikan pada aset kripto memicu lahirnya ekosistem finansial yang jauh lebih terbuka, responsif, dan juga inklusif.

Kondisi tersebut turut disadari oleh Bank National Nobu Tbk (NOBU). Maka dari itu, lembaga perbankan ini terus mengintensifkan kemitraan dengan platform digital yang telah mengantongi izin serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), demi mendongkrak transaksi pembayaran melalui virtual account (VA) maupun QRIS.

Langkah paling anyar, Bank Nobu membangun kolaborasi bersama Bittime, sebuah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), untuk menghubungkan sistem finansial tradisional dengan ekosistem aset keuangan digital. 

Melalui sinergi tersebut, integrasi akses virtual account (VA) milik Nobu Bank kini resmi tersedia pada platform Bittime, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Chandra Lesmana selaku Head of Universe Merchant Business and Interlink Development Bank Nobu mengungkapkan, ke depannya lanskap keuangan bakal semakin terintegrasi antara sistem keuangan tradisional (Traditional Finance/TradFi) dengan keuangan digital.

“Kolaborasi antara Bittime dan Nobu Bank menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif, praktis, dan mudah diakses oleh masyarakat,” kata dia, Kamis (21/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Chandra menaruh harapan agar kemitraan ini bisa menyajikan pengalaman investasi digital yang kian nyaman serta saling terhubung bagi publik. Bukan hanya itu, kolaborasi ini pun diharapkan dapat menyokong laju pertumbuhan sekaligus keberlanjutan industri ekonomi kreatif di tanah air.

Di sisi lain, Bittime berharap kerja sama dengan Nobu Bank ini dapat mempermudah para investor di Indonesia dalam menjalankan diversifikasi aset sewaktu kondisi pasar sedang volatil.

Business Director Bittime, Junji Misael memaparkan, adanya integrasi ini membuat perpindahan dana dari mata uang Rupiah ke aset digital bisa dieksekusi secara lebih praktis dan efisien, sehingga akses terhadap investasi menjadi kian mudah.

Menurut penjelasan Junji, Bittime menyuguhkan layanan investasi aset global yang berbasis tokenisasi yang dapat diakses selama 24 jam penuh tanpa adanya ongkos tambahan, lewat fitur swap Rupiah ke USDT.

“Integrasi ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi mulai dari deposit Rupiah hingga investasi di aset digital dan tokenized global assets dalam satu ekosistem.” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Junji menilai situasi pasar yang fluktuatif ikut memacu para investor untuk mencari instrumen alternatif layaknya dolar AS, emas, maupun aset global lainnya demi kebutuhan diversifikasi sekaligus lindung nilai. 

Tokenisasi pada aset global semacam USD, emas, dan saham AS dinilai mampu memperlebar opsi investasi lantaran dapat dibeli secara fraksional.

Salah satu nilai tambah dari kolaborasi ini yaitu proses transaksi dari Nobu Bank ke Bittime yang diklaim hanya memakan waktu kisaran 10 menit saja, terhitung mulai dari tahapan registrasi, proses KYC, hingga transaksi aset digital yang pertama.

Di samping itu, para pengguna pun bisa mengakses aset global berbasis tokenisasi layaknya emas, USD, serta saham AS secara fleksibel kapan pun, dengan potensi imbal hasil mencapai 10% APY pada beberapa jenis token tertentu.

Guna menjaring para pengguna baru, Bittime bersama Nobu Bank meluncurkan program promo cashback sebesar 20% hingga menyentuh Rp100.000 dalam bentuk USDT bagi para pengguna yang menyelesaikan deposit pertama mereka lewat Virtual Account Nobu Bank.

Kendati demikian, pihak perusahaan tetap memberikan peringatan bahwa aktivitas investasi kripto menyimpan risiko yang tinggi, seperti pergerakan harga yang fluktuatif, potensi kehilangan modal, faktor likuiditas, teknologi, hingga masalah regulasi. 

Oleh sebab itu, para investor wajib memahami fundamental dari aset serta manajemen risiko secara matang sebelum mulai berinvestasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua