Breaking

Nvidia Raih Pendapatan 81,6 Miliar Dolar AS Lampaui Target Pasar

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 22 Mei 2026
Nvidia Raih Pendapatan 81,6 Miliar Dolar AS Lampaui Target Pasar
Ilustrasi Nvidia mengantongi pendapatan pada kuartal pertama fiskal mencapai 81,6 miliar dolar AS (Gambar: NET)

JAKARTA – Gerak maju bursa saham teknologi di kancah internasional sempat tersendat pada Kamis, 21 Mei 2026. Hal ini terjadi lantaran perhatian para investor tersedot pada publikasi laporan keuangan kuartalan milik Nvidia.

Capaian finansial triwulan dari perusahaan tersebut sukses melewati estimasi pasar, dipicu oleh lonjakan permintaan yang masif untuk sektor pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan data yang dihimpun dari Yahoo Finance dan Morningstar, produsen semikonduktor raksasa itu mengantongi pendapatan sebesar 81,6 miliar dolar AS pada kuartal pertama fiskal mereka. Angka tersebut mencerminkan lonjakan pertumbuhan hingga 85 persen bila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Realisasi yang gemilang ini melampaui estimasi internal korporasi yang semula diproyeksikan pada angka 78 miliar dolar AS. Hasil positif ini turut memicu kebijakan perusahaan untuk menaikkan pembagian dividen berkala menjadi 0,25 dolar AS per lembar saham.

Sektor bisnis pusat data menjadi motor penggerak utama bagi Nvidia dengan menyumbang pendapatan sebesar 75,2 sabahat dolar AS. Dari total perolehan tersebut, separuhnya berasal dari kontribusi para pelanggan komputasi awan skala raksasa atau hyperscale.

Selain itu, lini usaha yang menangani jaringan Ethernet perusahaan juga mengukir performa impresif dengan pertumbuhan volume hingga tiga kali lipat secara tahunan, mengumpulkan nilai yang mendekati 15 miliar dolar AS.

Menyongsong kuartal berikutnya yang berakhir pada bulan April, manajemen Nvidia memproyeksikan target pendapatan yang berpotensi menyentuh nilai 91 miliar dolar AS. Estimasi ini berada di atas rata-rata ramalan konsensus FactSet yang mematok angka 87,2 miliar dolar AS.

Di tempat terpisah, situasi di bursa saham turut diwarnai oleh aksi korporasi SpaceX milik Elon Musk yang secara resmi telah menyerahkan dokumen prospektus IPO S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Mengacu pada berkas keuangan tersebut, perusahaan antariksa swasta itu sukses mengumpulkan pendapatan senilai 18,67 digital dolar AS, kendati masih harus mencatatkan defisit operasi sebesar 2,58 miliar dolar AS sepanjang periode tahun 2025.

Sentimen positif juga menghampiri sektor komputasi kuantum setelah pemerintahan Donald Trump memberikan restu bagi pengucuran dana investasi strategis bernilai 2 miliar dolar AS untuk beberapa emiten teknologi, termasuk IBM, GlobalFoundries, serta D-Wave.

Sementara itu, seturut laporan dari The Information, perusahaan rintisan Anthropic diinfokan sedang berada dalam tahap negosiasi intensif dengan Microsoft demi menjajaki peluang adopsi cip kecerdasan buatan yang diproduksi oleh raksasa teknologi tersebut.

Di sisi lain, kekhawatiran terkait kendala logistik dan operasional pada rantai pasok global kini kian meredam. Kondisi ini menyusul laporan dari kantor berita Yonhap yang mengabarkan bahwa serikat pekerja dari produsen memori raksasa, Samsung, telah sepakat untuk menunda rencana aksi mogok kerja selama 18 hari di Korea Selatan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua