Volume Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus 48 Triliun Rupiah
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membukukan pertumbuhan performa yang kuat pada layanan cash management system miliknya, Muamalat Digital Integrated Access atau MADINA. Seperti dilansir dari Investortrust, ekspansi digital ini memicu lonjakan operasional yang signifikan.
Jumlah korporasi yang memanfaatkan sistem MADINA mengalami kenaikan sebesar 13% year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut membuat total interaksi digital menyentuh angka lebih dari 13.700 pengguna pada periode akhir tahun lalu.
Aktivitas pengiriman dana dan operasional perbankan juga memperlihatkan tren positif melalui kenaikan frekuensi transaksi hingga 12% yoy, yang setara dengan capaian dua juta transaksi. Akselerasi ini mendorong total volume transaksi MADINA menembus angka di atas Rp48 triliun pada penutupan tahun 2025.
"Hasil ini menjadi bukti suksesnya strategi kami yang gencar menjalin kerja sama dengan berbagai institusi serta implementasi sejumlah inisiatif yang relevan. Sehingga kepercayaan nasabah korporasi tetap terjaga untuk terus menggunakan layanan MADINA," kata Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Langkah pembaruan sistem yang dijalankan oleh Bank Muamalat sepanjang tahun lalu meliputi peluncuran fitur online foreign exchange (Online FX).
Melalui kehadiran fitur ini, kelompok nasabah korporasi dapat mengeksekusi konversi valuta asing secara langsung lewat sistem MADINA dengan mengacu pada kurs counter komparatif.
Imam Teguh Saptono menjelaskan bahwa pencapaian positif dari platform MADINA turut memberikan dampak domino pada peningkatan raihan dana murah atau current account saving account (CASA) milik Bank Muamalat.
Selain optimalisasi fitur utama, instrumen virtual account (VA) yang terkoneksi langsung dengan ekosistem MADINA ikut mencatatkan pertumbuhan frekuensi sebesar 14% yoy menuju angka 4,8 juta transaksi.
Kondisi ini membuat nilai perputaran dana VA pada bank syariah pertama di Indonesia tersebut melonjak 14% yoy hingga mencapai Rp7,8 triliun.
"Kemitraan strategis dengan institusi menjadi kunci utama di balik moncernya performa MADINA. Oleh sebab itu, kami akan terus menjajaki penetrasi pada sektor pendidikan, lembaga pemerintah, rumah sakit, komunitas dan ekosistem muslim, serta lembaga keuangan syariah seperti Bank Pembiayaan Rakyat Syariah," tutur Imam Teguh Saptono, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sistem internet banking MADINA dirancang khusus bagi segmen korporasi guna memantau sekaligus menjalankan transaksi nontunai secara real-time pada seluruh rekening di Bank Muamalat.
Manajemen menyediakan dua kategori variasi layanan yang dapat disesuaikan dengan skala bisnis nasabah, yaitu MADINA Advanced dan MADINA Basic.
Bank Muamalat didirikan pada 1 November 1991 atas inisiatif dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), serta beberapa pengusaha muslim. Komposisi kepemilikan saham mengalami perubahan besar pada pertengahan November 2021.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bertindak sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) setelah menerima pengalihan hibah saham dari Islamic Development Bank (IsDB) serta SEDCO Group.
Struktur final kepemilikan menempatkan BPKH menguasai 82,69% saham, disusul IsDB sebesar 2,04%, dan sisa 15,27% dipegang oleh publik.
Dalam perkembangannya sepanjang 2025, bank syariah ini memperoleh penghargaan internasional World Visualized Brand Image Report 2025 dengan menduduki peringkat Top 12 Best Banks in Indonesia. Perusahaan juga mempertahankan gelar The Best Sharia Bank in Service Excellence selama 15 tahun berturut-turut.