Kamis, 22 Januari 2026

Korporasi Dorong Laju Bank Mega Syariah

Korporasi Dorong Laju Bank Mega Syariah
Korporasi Dorong Laju Bank Mega Syariah

JAKARTA - Kinerja pembiayaan korporasi terus menunjukkan peran vital dalam menopang pertumbuhan Bank Mega Syariah sepanjang paruh pertama tahun 2025. Dengan nilai pembiayaan yang mencapai Rp 4,42 triliun hingga Juni, kontribusi dari segmen ini menyumbang hampir setengah dari total portofolio pembiayaan bank, menjadikannya sebagai pilar penting strategi pertumbuhan jangka panjang.

Pertumbuhan yang dicatatkan juga cukup signifikan, yakni naik sebesar 30,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan tingginya permintaan akan pembiayaan dari kalangan korporasi, khususnya untuk sektor-sektor yang tengah bertumbuh seperti infrastruktur dan hilirisasi industri.

Menurut Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, performa gemilang ini tak lepas dari arah strategi yang kini dijalankan bank secara konsisten, yaitu pendekatan B2B2C (Business-to-Business-to-Consumer). Pendekatan ini memungkinkan Bank Mega Syariah untuk memperluas jangkauan pasar melalui hubungan bisnis yang lebih kuat dengan entitas korporasi.

Baca Juga

Promo Penerbangan Interline Garuda Indonesia dan Sabre 2026

“Segmen korporasi tetap menjanjikan, terutama didorong oleh kebutuhan pembiayaan di sektor infrastruktur dan hilirisasi,” jelas Hanie.

Pembiayaan Selektif dan Berkualitas

Bank Mega Syariah telah mengarahkan fokus pembiayaan korporasi pada entitas besar, baik dari kalangan BUMN maupun non-BUMN, yang berada dalam lingkup konglomerasi bereputasi tinggi. Segmen ini dinilai memiliki daya tahan kuat dan risiko rendah, sehingga mendukung kinerja pembiayaan yang stabil dan menguntungkan secara syariah.

Dengan strategi seleksi yang ketat dan pendekatan kehati-hatian, bank ini juga mengedepankan prinsip syariah dalam setiap proses pembiayaan. Langkah ini tidak hanya menjamin kualitas portofolio tetap prima, tetapi juga meningkatkan daya saing di tengah kondisi pasar yang dinamis.

“Kami memperkuat kerja sama melalui pembiayaan sindikasi dan menjalin sinergi antarlembaga keuangan. Fokus kami adalah sektor-sektor rendah risiko yang mampu memberi margin optimal,” tambah Hanie.

Pembiayaan sindikasi menjadi salah satu strategi efektif yang dijalankan Bank Mega Syariah, mengingat pembiayaan korporasi kerap memerlukan dana besar serta kerja sama multipihak. Melalui sinergi ini, bank juga mampu memperluas jejaring bisnis serta memperkaya wawasan terhadap berbagai model pembiayaan lintas sektor.

Dorongan untuk Semester Kedua

Tak berhenti di capaian semester pertama, Bank Mega Syariah telah menyiapkan rencana ekspansi pembiayaan korporasi yang lebih luas untuk enam bulan ke depan. Strategi utama tetap terfokus pada peningkatan kualitas, namun bank juga membuka ruang lebih luas bagi nasabah baru yang memenuhi kriteria sehat dan layak secara finansial.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi lagi di semester kedua, seiring meningkatnya kebutuhan korporasi terhadap dukungan pembiayaan untuk memperluas usaha mereka. Terutama di sektor-sektor yang selama ini menjadi andalan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Tak hanya menggaet nasabah baru, strategi lain yang disiapkan adalah optimalisasi pembiayaan terhadap nasabah lama yang telah terbukti memiliki rekam jejak baik. Hal ini menjadi cara cerdas dalam menjaga kualitas sekaligus memperluas volume pembiayaan tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

Konsistensi Jaga Portofolio

Salah satu keunggulan Bank Mega Syariah dalam mengelola pembiayaan korporasi adalah pendekatan konsisten terhadap pengawasan portofolio. Evaluasi rutin dilakukan terhadap semua nasabah agar risiko dapat ditekan, dan pembiayaan terus mengalir ke sektor-sektor produktif.

Dengan prinsip syariah yang menjadi fondasi utama, pengelolaan portofolio tidak hanya melihat aspek keuntungan, tetapi juga berlandaskan pada keberlanjutan dan etika. Hal inilah yang membuat Bank Mega Syariah mampu menjaga stabilitas kinerja meski dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Pendekatan menyeluruh yang diterapkan juga mencerminkan kematangan strategi bank dalam melihat peluang. Tidak hanya fokus pada ekspansi semata, tetapi juga mempertahankan kualitas dan mendukung agenda pembangunan nasional, seperti pembangunan infrastruktur dan industri hilir yang berkelanjutan.

Komitmen untuk Pertumbuhan Inklusif

Melalui peran aktif di segmen korporasi, Bank Mega Syariah tidak hanya mencatatkan pertumbuhan angka, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ekosistem bisnis yang sehat. Pembiayaan yang disalurkan menyasar sektor-sektor strategis yang berpotensi menyerap tenaga kerja, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendukung inklusi keuangan.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Bank Mega Syariah sebagai salah satu institusi keuangan syariah yang adaptif, inovatif, dan memiliki visi jangka panjang dalam mendukung pembangunan nasional.

Dengan mengedepankan prinsip selektif, kerja sama strategis, dan pengawasan portofolio yang ketat, Bank Mega Syariah terus memperkuat fondasi bisnisnya untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa mendatang.

Tsaniyatun Nafiah

Tsaniyatun Nafiah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tiga Desa di Nunukan Beralih ke Malaysia setelah Pergeseran Batas Wilayah

Tiga Desa di Nunukan Beralih ke Malaysia setelah Pergeseran Batas Wilayah

Anggaran Pendidikan Rp 757 Triliun, DPR Minta Fokus pada Kesejahteraan Guru

Anggaran Pendidikan Rp 757 Triliun, DPR Minta Fokus pada Kesejahteraan Guru

Kemendikdasmen Laporkan Kekurangan Anggaran Penanganan Bencana Pendidikan

Kemendikdasmen Laporkan Kekurangan Anggaran Penanganan Bencana Pendidikan

Prabowo dan Raja Charles III Bahas Konservasi Gajah Peusangan Global

Prabowo dan Raja Charles III Bahas Konservasi Gajah Peusangan Global

Kementerian Haji Pastikan Biaya Haji Terkendali Walau Rupiah Melemah

Kementerian Haji Pastikan Biaya Haji Terkendali Walau Rupiah Melemah