Menteri Maruarar Bidik Sebagian Rusun Subsidi Meikarta Siap Akad di 2026
JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) membeberkan progres pembangunan rumah susun bersubsidi di wilayah Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang berjalan sesuai dengan lini waktu proyek.
Apabila tiada kendala teknis serta pendanaan, sebagian unit dari rusun tersebut dapat mulai melakukan akad pada 2026 ini.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Ya sudah cukup banyak progresnya, karena kami berencana di tahun ini sudah dimulai ada akad. Akad itu artinya rakyat sudah bisa memesan, sudah bisa mulai membeli rumah susun subsidi yang ada di Meikarta," kata Ara saat konferensi pers di kantor pusat Bank Syariah Indonesia (BSI) Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, perkembangan proyek rusun ini pun telah dilaporkan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Kepala negara telah mengetahui bahwa bakal berdiri rusun dengan kapasitas 141 ribu unit di atas lahan seluas 30 ribu hektare, yang diperoleh dari hibah Lippo Group.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Harapannya nanti banyak sekali masyarakat yang mungkin bisa berbahagia memanfaatkan rumah susun subsidi di sana. Apalagi itu kawasan industri, dan pasti banyak sekali buruhnya," kata dia.
Kementerian PKP telah mengawali proses land clearing untuk pembangunan rusun subsidi bagi rakyat di kawasan Meikarta semenjak akhir Januari 2026. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi jalan keluar bagi keterbatasan lahan hunian di wilayah industri yang kepadatan penduduknya terus bertambah.
Untuk lokasi pertama, pembangunan dilakukan di atas tanah seluas 10 hektare yang bakal didirikan 18 tower berlantai 32. Tiap tower diproyeksikan menampung sekitar 2.300 unit, dengan demikian pada fase awal bakal tersedia sekitar 47.000 unit, dan total keseluruhan dipatok menyentuh 141.000 unit rusun subsidi.
Proses pembangunan rusun subsidi Meikarta bakal digarap lewat beberapa fase, diawali dari land clearing, disusul penancapan tiang pancang pada 8 Maret 2026, pengerjaan struktur ke atas pada 17 Agustus 2026, hingga proses serah terima kunci yang bakal dirampungkan secara total dalam dua tahun ke depan atau pada 2028.