BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Telkomsel Perluas Kepesertaan BPU

ILUSTRASI, BPJS (Sumber Gambar : ugm.ac.id)
Jumat, 22 Mei 2026 | 11:22:35 WIB

JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan bersinergi dengan Telkomsel dalam merilis paket manfaat Jamsostek Poin guna memberikan kemudahan pendaftaran untuk pekerja sektor Bukan Penerima Upah (BPU) atau informal di Plaza BPJamsostek, Jakarta.

Kemitraan strategis tersebut diresmikan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh pihak manajemen dari kedua belah pihak sebagaimana dilansir dari berita sumber. 

Lewat penggabungan ekosistem digital tersebut, kurir, pengemudi ride-hailing, sampai pelaku usaha mikro bisa memperoleh jaminan sosial secara lebih praktis.

Publik dapat menentukan paket Jamsostek Poin secara langsung lewat aplikasi MyTelkomsel guna memperoleh konektivitas data sekaligus akses perlindungan. Saluran distribusi informasi serta pendaftaran ini pun bakal diperkuat melalui kampanye berbasis SMS dan WhatsApp.

"Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para pekerja informal. Melalui inovasi seperti Jamsostek Poin dan pemanfaatan ekosistem digital Telkomsel, kami berupaya menyederhanakan akses terhadap perlindungan ketenagakerjaan, mulai dari pendaftaran hingga pembayaran, agar dapat dilakukan dengan lebih praktis dalam satu layanan. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus melayani sepenuh hati," kata Stanislaus Susatyo, Direktur Sales Telkomsel sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan bahwa perluasan jangkauan ini memaksimalkan teknologi digital serta ekosistem mitra strategis yang melekat dengan kegiatan harian masyarakat.

“Saat ini masih banyak peserta BPU yang belum terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, melalui kerjasama dalam paket benefit Jamsostek Poin dengan Telkomsel Enterprise ini kami ingin menghadirkan kemudahan akses pendaftaran untuk mendapat perlindungan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan kerja secara massive dan berkelanjutan,” kata Agung Nugroho, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Strategi taktis tersebut dinyatakan berjalan beriringan bersama pilar Coverage, Care, dan Credibility (3C) yang dijalankan oleh badan hukum publik itu dalam memelihara data kepesertaan.

“Melalui kerja sama ini kami ingin memperluas Coverage atau cakupan kepesertaan pekerja informal melalui ekosistem digital yang dekat dengan masyarakat. Di saat yang sama, kami menghadirkan Care melalui kemudahan layanan pendaftaran dan mendapatkan perlindungan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan agar pekerja dapat mengakses perlindungan secara praktis dan berkelanjutan. Sementara Credibility kami bangun dengan memastikan seluruh layanan dan pengelolaan data peserta dilakukan secara profesional, transparan, dan terpercaya,” kata Agung Nugroho, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ke depannya, kedua instansi berkomitmen untuk senantiasa mendalami potensi kemitraan baru demi mewujudkan universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.

Reporter: Gemilang Ramadhan