BNI Sekuritas Pilih Sektor Konsumsi Jadi Andalan Investasi Aman

Ilustrasi BNI Sekuritas (Foto: NET)
Jumat, 22 Mei 2026 | 13:34:59 WIB

JAKARTA – Sektor barang konsumsi di Indonesia memperlihatkan posisi yang kian solid di tengah ketidakpastian regulasi yang menyelimuti sejumlah sektor industri. Ketangguhan sektor ini didukung oleh kekuatan daya beli masyarakat domestik yang mampu menghadapi berbagai tantangan makroekonomi.

Para analis menilai sektor barang konsumsi tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari aset defensif. Daya tahan sektor ini teruji dengan sensitivitas yang rendah terhadap fluktuasi suku bunga maupun volatilitas nilai tukar mata uang asing.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, rekam jejak historis menunjukkan bahwa sektor konsumer domestik telah melewati berbagai badai makroekonomi besar. Sektor ini tetap mencatatkan pertumbuhan penjualan yang tangguh mulai dari Krisis Keuangan Global, fenomena taper tantrum, hingga pandemi Covid-19.

Sebagian besar emiten papan atas terbukti memiliki pricing power yang kuat meskipun sempat menghadapi tekanan laba bersih akibat inflasi bahan baku. Kemampuan menentukan harga ini membuat mereka dapat memulihkan margin keuntungan secara bertahap.

Risiko regulasi di sektor konsumer dinilai relatif lebih moderat dibandingkan dengan sektor pertambangan atau industri berat. Kebijakan pemerintah saat ini lebih banyak menyentuh sisi hulu seperti regulasi impor gandum pakan, tepung kedelai, dan gula rafinasi.

Dampak aturan tersebut di sisi hilir diproyeksikan masih berada dalam batas yang dapat dikelola dengan baik oleh pelaku industri. Pemerintah juga turut menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga melalui berbagai program perlindungan daya beli.

Bantalan kuat bagi konsumsi domestik ini hadir lewat subsidi bahan bakar, langkah stimulus fiskal, hingga program makanan bergizi gratis. Perusahaan produsen bahan pokok yang mengandalkan bahan baku impor juga diuntungkan oleh nilai tukar Rupiah yang lebih stabil.

Potensi Re-Rating Saham Konsumer

Valuasi sektor konsumer saat ini telah menyentuh posisi terendah secara siklus dengan tingkat kepemilikan institusional yang masih relatif rendah. Pengaturan teknikal ini sangat mendukung potensi terjadinya re-rating atau kenaikan harga saham dalam jangka menengah.

BNI Sekuritas melihat emiten di sektor staples atau kebutuhan pokok menawarkan karakteristik yang sangat defensif bagi para pemodal. Sementara itu, sektor ritel memberikan potensi keuntungan yang lebih besar jika momentum konsumsi masyarakat kembali menguat secara signifikan.

Berdasarkan analisis tersebut, BNI Sekuritas menetapkan sektor konsumer sebagai preferensi utama dalam portofolio investasi defensif. Untuk pilihan saham, investor direkomendasikan untuk mencermati saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Reporter: Gemilang Ramadhan