JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih rentan melanjutkan tren penurunan pada sesi perdagangan Jumat (22/5/2026). Pada sesi perdagangan hari sebelumnya, indeks saham domestik tersebut sudah mengalami penyusutan sebesar 3,54 persen menuju level 6.094 dan posisinya masih dikuasai oleh tekanan jual yang masif.
“Posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada di bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam. Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899-5.999,” tulis Riset MNC Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Untuk pergerakan hari ini, IHSG diproyeksikan bakal bergerak pada rentang batas support di angka 5.996 serta 5.899, dengan batas resisten di level 6.318 serta 6.459.
Di bawah ini merupakan rincian beberapa saham yang dinilai prospektif untuk diperhatikan:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness
Saham BBCA mencatatkan pelemahan sebesar 0,42 persen menuju level harga Rp5.950 dengan disertai indikasi munculnya tekanan jual. Selain itu, pergerakan harganya juga terpantau belum sanggup bertahan di atas garis MA20. Tren posisi saham BBCA untuk saat ini diprediksi tengah berada di bagian dari wave v dari wave (c).
Buy on Weakness: Rp5.625-Rp5.775
Target Price: Rp6.425, Rp6.775
Stoploss: below Rp5.575
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) - Buy on Weakness
Saham HMSP membukukan penguatan sebesar 3,47 persen ke level harga Rp745 yang diiringi dengan peningkatan volume pembelian, walau tren kenaikannya tersebut terpantau masih tertahan oleh garis MA20. Posisi saham HMSP saat ini diperkirakan tengah berada pada fase awal wave (c) dari wave (b).
Buy on Weakness: Rp725-Rp740
Target Price: Rp780, Rp815
Stoploss: below Rp715
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) - Trading Buy
Saham PGAS menguat sebesar 1,39 persen ke level harga Rp1.825 yang diikuti dengan kemunculan akumulasi volume pembelian. Posisi tren dari pergerakan saham PGAS saat ini diperkirakan tengah berada di fase awal wave C dari wave (B).
Trading Buy: Rp1.785-Rp1.815
Target Price: Rp1.870, Rp1.935
Stoploss: below Rp1.770
PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) - Buy on Weakness
Saham WIIM mencatatkan kenaikan sebesar 2,87 persen ke posisi harga Rp1.790 dan pergerakannya masih dominan disokong oleh volume pembelian. Kendati demikian, tren penguatan harga tersebut dinilai belum mampu menembus atau break dari area MA20. Untuk saat ini, posisi saham WIIM diperkirakan tengah berada pada bagian awal dari wave C dari wave (B).
Buy on Weakness: Rp1.760-Rp1.785
Target Price: Rp1.865, Rp1.960
Stoploss: below Rp1.720