IHSG Berpeluang Lanjutkan Tren Naik, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 15 Januari 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
JAKARTA - Optimisme pelaku pasar masih mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang akhir pekan. Pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, IHSG dinilai memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan dan menguji area resistensi yang lebih tinggi, seiring sentimen teknikal yang masih mendukung serta minat beli investor yang terjaga.
Tim Analis MNC Sekuritas mencatat, IHSG pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026 ditutup menguat 0,94% ke level 9.032. Penguatan tersebut juga disertai dengan peningkatan volume beli, yang mengindikasikan adanya partisipasi aktif investor dalam reli pasar. Area penguatan terdekat yang sebelumnya diproyeksikan di level 9.032 pun telah tercapai.
Analisis Teknikal: IHSG Berpeluang Uji Area 9.100
Baca JugaAskrindo Gandeng BPD Bali Perluas Proteksi Asuransi Perumahan Usaha Mikro
Berdasarkan analisis teknikal MNC Sekuritas, posisi IHSG saat ini dinilai masih berada dalam fase awal tren penguatan lanjutan. Tim analis menyebutkan bahwa secara struktur gelombang, pergerakan indeks masih menyimpan ruang untuk naik lebih jauh dalam jangka pendek.
“Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat menguji 9.077–9.100,” tulis Tim MNC Sekuritas dalam risetnya.
Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 8.908–8.852. Sementara itu, area resistance terdekat berada pada rentang 9.077–9.012. Selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang penguatan lanjutan dinilai masih terbuka.
Daftar Saham Rekomendasi Analis
Seiring dengan potensi penguatan indeks, sejumlah saham pilihan direkomendasikan oleh analis untuk dicermati investor pada perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut dinilai memiliki peluang teknikal maupun fundamental yang relatif menarik dalam jangka pendek.
Beberapa emiten yang masuk dalam daftar rekomendasi antara lain Barito Renewables Energy (BREN), Bank Syariah Indonesia (BRIS), Pertamina Geothermal Energy (PGEO), hingga Wismilak Intimakmur (WIIM). Saham-saham tersebut dipilih dengan mempertimbangkan tren pergerakan harga, volume transaksi, serta sentimen sektoral yang menyertainya.
Proyeksi IHSG 2026 Masih Menjanjikan
Di luar pergerakan harian, prospek IHSG dalam jangka menengah hingga panjang juga dinilai masih cukup solid. Sebelumnya, OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada 2026 berpotensi berada di level 9.500 untuk skenario dasar. Bahkan, pada skenario optimistis, indeks diperkirakan dapat menguat hingga mencapai level 9.700.
Equity Research Analyst OCBC Sekuritas, Farell Nathanael, menilai bahwa sejumlah sektor memiliki peluang untuk menjadi penopang utama kinerja pasar saham nasional sepanjang 2026. Salah satu sektor yang dipandang paling diuntungkan adalah sektor perbankan.
Perbankan Diuntungkan Sinergi Kebijakan
Farell menjelaskan, sektor perbankan berpotensi meraih manfaat dari penguatan sinergi kebijakan antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah. Sinergi tersebut diarahkan untuk mempercepat penyaluran kredit, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta menopang ekspansi ekonomi yang berkelanjutan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa di tengah tren penurunan suku bunga acuan dan persaingan industri yang semakin ketat, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan berpotensi mengalami tekanan. Hal ini disebabkan oleh penurunan imbal hasil kredit yang terjadi secara bertahap.
Tekanan NIM Berpeluang Diredam
Kendati menghadapi potensi tekanan NIM, Farell menilai dampak tersebut masih dapat diredam oleh sejumlah faktor pendukung. Salah satunya adalah penurunan cost of fund seiring membaiknya likuiditas di sistem keuangan.
Perbaikan likuiditas tersebut didorong oleh berbagai faktor, mulai dari injeksi likuiditas pemerintah, kebijakan moneter yang lebih longgar, hingga penurunan imbal hasil obligasi pemerintah. Selain itu, insentif likuiditas makroprudensial dari BI diharapkan mampu mempercepat transmisi penurunan BI Rate ke suku bunga kredit perbankan.
Saham Bank Besar Dinilai Tetap Menarik
Dengan kondisi tersebut, sejumlah saham perbankan besar dinilai masih memiliki daya tarik bagi investor. Emiten-emiten seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), hingga Bank Negara Indonesia (BBNI) dipandang masih mampu memberikan imbal hasil yang kompetitif.
“Prospek sektor perbankan, khususnya saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, tetap menarik seiring valuasi yang relatif murah serta imbal hasil dividen yang kompetitif, terutama dari bank-bank BUMN,” ujar Farell.
Pertumbuhan Kredit Tunjukkan Perbaikan
Farell juga menyoroti kinerja industri perbankan nasional yang mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan menjelang akhir 2025. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang mencapai 7,7% secara tahunan (year on year/YoY) pada November 2025, meningkat dibandingkan 7,4% pada Oktober 2025.
Namun demikian, ia mencatat bahwa permintaan kredit masih relatif terbatas. Kondisi ini dipengaruhi oleh sikap wait and see pelaku usaha, meningkatnya penggunaan pembiayaan internal oleh korporasi, serta dampak penurunan suku bunga yang berlangsung secara bertahap.
Proyeksi Kredit dan Prospek Emiten Non-Bank
Ke depan, Farell memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2026 berada di kisaran 8%–12%. Pertumbuhan tersebut diharapkan didorong oleh perbaikan ekonomi seiring kebijakan fiskal yang lebih ekspansif dan pelonggaran moneter yang lebih agresif.
Selain sektor perbankan, Farell juga menilai prospek Astra International (ASII) tetap positif. Emiten konglomerasi ini ditopang oleh pemulihan ekonomi nasional, posisi kepemimpinan pasar di segmen kendaraan roda dua dan roda empat, serta kontribusi solid dari bisnis kontraktor pertambangan dan penjualan alat berat.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Endowment Tetap Menarik, AAJI Ungkap Kepastian Manfaat Tak Bergantung Pasar
- Kamis, 15 Januari 2026
INKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
- Kamis, 15 Januari 2026
PELNI Logistics Membidik Pendapatan Rp568 Miliar, Perkuat Logistik Maritim 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Leyand Tetapkan Komisaris dan Direksi Baru untuk Percepat Ekspansi Bisnis
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Endowment Tetap Menarik, AAJI Ungkap Kepastian Manfaat Tak Bergantung Pasar
- Kamis, 15 Januari 2026










