PELNI Logistics Membidik Pendapatan Rp568 Miliar, Perkuat Logistik Maritim 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
JAKARTA - Upaya memperkuat konektivitas logistik nasional terus dilakukan oleh PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics), anak usaha PT PELNI (Persero).
Seiring meningkatnya kebutuhan distribusi barang antarpulau dan pemerataan ekonomi, perusahaan ini menyiapkan target kinerja yang agresif untuk tahun 2026. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan pendapatan usaha sekaligus penguatan peran sebagai tulang punggung logistik maritim Indonesia.
PELNI Logistics menargetkan pendapatan usaha tahun 2026 sebesar Rp568,44 miliar. Target tersebut disusun sejalan dengan strategi perusahaan dalam mengakselerasi kinerja operasional dan memperluas portofolio layanan logistik yang mencakup bongkar muat peti kemas, general kargo, angkutan kendaraan, hingga ternak.
Baca JugaINKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
“Jadi untuk target kami, pendapatan usaha di tahun ini adalah di Rp568,4 miliar dengan beban usaha Rp411,85 miliar, kemudian overhead-nya Rp111,86 miliar, laba bersih usaha, Rp44,72 miliar, dan pajak pendapatan Rp12,74 miliar, sehingga laba konsolidasi sebesar Rp34,64 miliar,” ujar Direktur Utama PELNI Logistics Sukendra.
Target pendapatan tersebut didorong oleh peningkatan kinerja bongkar muat peti kemas yang ditetapkan mencapai 56.482 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) sepanjang 2026. Angka ini mencerminkan optimisme perusahaan terhadap pertumbuhan arus logistik maritim, khususnya dalam mendukung distribusi barang antarpulau dan pemerataan ekonomi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Dalam struktur bisnisnya, PELNI Logistics mengandalkan penguatan bisnis captive dan non-captive. Untuk bisnis captive, kontribusi berasal dari layanan kapal penumpang dengan target 20.462 TEUs serta kapal tol laut sebesar 30.852 TEUs. Sementara itu, bisnis non-captive ditargetkan menyumbang 5.168 TEUs. Komposisi ini dinilai mampu menjaga stabilitas volume sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru di luar ekosistem internal PELNI Group.
Selain peti kemas, perusahaan juga mengejar pertumbuhan signifikan pada layanan general kargo, angkutan kendaraan, dan ternak. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio bisnis agar kinerja perusahaan tidak bergantung pada satu segmen layanan saja.
Untuk layanan general kargo, PELNI Logistics membidik volume pengelolaan mencapai lebih dari 427 ribu ton atau meter kubik sepanjang 2026. Volume tersebut berasal dari aktivitas bongkar muat kapal tol laut, kapal penumpang, serta pengelolaan kargo non-captive. General kargo dinilai memiliki potensi besar karena berkaitan langsung dengan kebutuhan distribusi barang pokok dan komoditas industri ke berbagai wilayah Indonesia.
Di segmen angkutan kendaraan, PELNI Logistics menargetkan pengelolaan logistik mencapai 14.464 unit. Target ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas kendaraan dan distribusi logistik antarpulau, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang selama ini masih bergantung pada jalur laut.
Sementara itu, pada layanan angkutan ternak, perusahaan menetapkan target pengangkutan sebanyak 13.207 ternak sepanjang 2026. Segmen ini memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya dalam distribusi komoditas ternak dari wilayah timur Indonesia ke wilayah dengan tingkat konsumsi yang lebih tinggi. Konektivitas logistik ternak dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Dari sisi infrastruktur, PELNI Logistics terus memperkuat kapasitas depo peti kemas sebagai tulang punggung operasional perusahaan. Pada tahun ini, perusahaan menargetkan pengoperasian depo container di tiga lokasi utama, yakni Jakarta, Surabaya (Jawa Timur), dan Bitung (Sulawesi Utara). Ketiga depo tersebut dirancang untuk menampung kapasitas lebih dari 17 ribu TEUs.
Optimalisasi depo dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari peningkatan standar layanan, digitalisasi sistem pengelolaan, hingga penambahan dan peremajaan armada container. Upaya ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memastikan layanan logistik berjalan lebih cepat, aman, dan terintegrasi.
“Yang kami lakukan adalah menaikkan dan menurunkan barang, serta men-delivery baik pick up maupun antar,” kata Sukendra.
Ke depan, PELNI Logistics menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai pilar konektivitas logistik maritim nasional. Dengan target pendapatan yang ambisius, perluasan layanan, serta penguatan infrastruktur, perusahaan optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung distribusi logistik nasional dan pemerataan ekonomi, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jalur darat.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Endowment Tetap Menarik, AAJI Ungkap Kepastian Manfaat Tak Bergantung Pasar
- Kamis, 15 Januari 2026
INKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
- Kamis, 15 Januari 2026
PELNI Logistics Membidik Pendapatan Rp568 Miliar, Perkuat Logistik Maritim 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Leyand Tetapkan Komisaris dan Direksi Baru untuk Percepat Ekspansi Bisnis
- Kamis, 15 Januari 2026










