Kamis, 15 Januari 2026

Hadapi Tantangan Ekonomi 2026, IFG Life Tekankan Kesiapan Finansial Sejak Dini

Hadapi Tantangan Ekonomi 2026, IFG Life Tekankan Kesiapan Finansial Sejak Dini
Hadapi Tantangan Ekonomi 2026, IFG Life Tekankan Kesiapan Finansial Sejak Dini

JAKARTA - Memasuki tahun 2026, ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih akan membayangi kondisi keuangan masyarakat. 

Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, fluktuasi pasar, serta tekanan terhadap daya beli menjadi tantangan yang harus dihadapi secara realistis. Dalam situasi seperti ini, kesiapan finansial sejak dini dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) memandang bahwa perencanaan keuangan yang disiplin dan berkelanjutan menjadi fondasi penting agar masyarakat mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Proyeksi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang menyebutkan tahun 2026 sebagai periode rentan akibat perlambatan ekonomi global turut memperkuat urgensi tersebut, termasuk bagi Indonesia.

Baca Juga

Askrindo Gandeng BPD Bali Perluas Proteksi Asuransi Perumahan Usaha Mikro

Di tengah tantangan tersebut, IFG Life menilai literasi keuangan memiliki peran krusial dalam membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak. Pemahaman yang baik terhadap pengelolaan keuangan diyakini dapat menjadi penyangga utama dalam menghadapi risiko ekonomi yang sulit diprediksi.

“Ketika kondisi ekonomi semakin menantang, literasi keuangan menjadi semakin penting. Sebagai salah satu pelaku utama di industri asuransi jiwa dan kesehatan, IFG Life berkomitmen memberikan layanan terbaik serta perlindungan yang komprehensif dan berkelanjutan kepada konsumen,” ujar Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi.

Menabung sebagai Fondasi Dasar Keuangan

Salah satu kebiasaan keuangan yang dinilai tetap relevan dan perlu terus diperkuat adalah menabung. IFG Life menekankan bahwa besaran dana bukanlah faktor utama, melainkan konsistensi dalam menyisihkan pendapatan secara rutin.

Menabung di awal bulan, segera setelah menerima gaji, dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu sisa dana di akhir bulan. Dengan pendekatan ini, tabungan menjadi bagian dari sistem keuangan yang terencana, bukan sekadar niat yang sering kali terabaikan akibat kebutuhan lain.

Sebagian dana dapat langsung dialokasikan ke rekening tabungan atau rekening dana nasabah (RDN) sebagai langkah awal berinvestasi. Cara ini memungkinkan kebiasaan menabung tetap berjalan meski pengeluaran bulanan mengalami fluktuasi.

“Dengan cara ini, menabung menjadi bagian dari sistem keuangan, bukan sekadar niat baik di akhir bulan. Tabungan pun perlu dijadikan komponen tetap dalam anggaran dan perencanaan keuangan, sehingga tetap berjalan terlepas dari naik turunnya pengeluaran bulanan,” ujar Gatot.

Menekan Pengeluaran Impulsif di Era Digital

Selain menabung, IFG Life juga menyoroti pentingnya kebiasaan mengevaluasi sebelum melakukan pembelian. Di era digital saat ini, kemudahan berbelanja daring kerap memicu pengeluaran impulsif karena proses transaksi yang cepat dan praktis.

Memberikan jeda waktu satu hingga dua hari sebelum menyelesaikan pembelian, khususnya untuk barang yang tidak bersifat mendesak, dinilai dapat membantu menekan pengeluaran yang tidak perlu. Langkah sederhana ini memberi ruang bagi konsumen untuk berpikir lebih rasional.

Mengajukan pertanyaan dasar seperti apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan, memiliki manfaat jangka panjang, dan sesuai dengan anggaran yang tersedia, dapat membantu masyarakat lebih sadar dalam mengelola keuangan tanpa harus sepenuhnya menghindari belanja.

Mengelola Beban Langganan Digital

Pengeluaran rutin dari layanan berbasis langganan juga menjadi perhatian IFG Life. Model langganan yang semakin umum, mulai dari aplikasi produktivitas hingga hiburan digital, sering kali menggerus pendapatan bulanan tanpa disadari.

Banyak layanan tetap aktif meski sudah jarang digunakan, sehingga menciptakan kebocoran anggaran secara perlahan. Untuk menghindari hal tersebut, pengecekan berkala terhadap riwayat transaksi di e-wallet atau kartu kredit dinilai penting.

Penggunaan satu alamat email khusus untuk layanan berbayar juga dapat membantu melacak langganan yang masih aktif dan memudahkan proses penghentian layanan yang tidak lagi dibutuhkan.

Pentingnya Memahami Perlindungan Finansial

Di sisi lain, Gatot menekankan bahwa pemahaman terhadap perlindungan finansial yang dimiliki juga merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan. Risiko tak terduga dapat terjadi kapan saja, sehingga masyarakat perlu memahami kembali manfaat asuransi yang dimiliki, termasuk ketentuan klaim dan batas perlindungannya.

Pemahaman yang baik memungkinkan perlindungan dimanfaatkan secara optimal, sekaligus membantu mengantisipasi kebutuhan finansial lainnya sejak awal. Saat ini, sejumlah penyedia asuransi juga telah menghadirkan layanan digital untuk memudahkan akses informasi polis dan proses klaim, sehingga nasabah tidak perlu lagi menelusuri dokumen secara manual.

Menjaga Gaya Hidup Tetap Terkendali

Pengelolaan gaya hidup turut menjadi faktor penentu kesehatan keuangan. IFG Life menilai bahwa niat untuk hidup lebih hemat perlu dibarengi dengan batasan yang jelas agar tetap realistis dan berkelanjutan.

Menetapkan “limit hidup” atau batas maksimal pengeluaran bulanan untuk kebutuhan gaya hidup, seperti makan di luar, hiburan, dan aktivitas sosial, dapat membantu menjaga keseimbangan antara menikmati hidup dan menjaga stabilitas keuangan. Batas ini sebaiknya ditentukan sejak awal bulan dan dibuat lebih rendah dari limit kartu yang tersedia.

Dengan pendekatan ini, pengeluaran tetap terkendali tanpa menghilangkan ruang untuk kebutuhan rekreasi.

“Pada akhirnya, membangun kebiasaan finansial bukan soal perubahan besar yang dilakukan sekaligus, melainkan konsistensi dalam langkah-langkah kecil sehari-hari. Di tengah ketidakpastian ekonomi, resolusi keuangan yang realistis dan terukur dapat menjadi pegangan untuk menjaga stabilitas dan rasa aman,” tutur Gatot.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Penjaminan Kredit Dinilai Kunci Kewirausahaan, Danantara Soroti Perlindungan Debitur Indonesia

Penjaminan Kredit Dinilai Kunci Kewirausahaan, Danantara Soroti Perlindungan Debitur Indonesia

OJK Atur Penilaian Kesehatan Fintech Lending lewat PADK 38/2025

OJK Atur Penilaian Kesehatan Fintech Lending lewat PADK 38/2025

OJK Resmikan Izin Usaha PT PJM Insurance Broker Usai Ganti Nama

OJK Resmikan Izin Usaha PT PJM Insurance Broker Usai Ganti Nama

IHSG Berpeluang Lanjutkan Tren Naik, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 15 Januari 2026

IHSG Berpeluang Lanjutkan Tren Naik, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 15 Januari 2026

Endowment Tetap Menarik, AAJI Ungkap Kepastian Manfaat Tak Bergantung Pasar

Endowment Tetap Menarik, AAJI Ungkap Kepastian Manfaat Tak Bergantung Pasar