Kamis, 15 Januari 2026

Astra International Setop Buyback Saham Setelah Realisasi Rp1,99 Triliun Dana

Astra International Setop Buyback Saham Setelah Realisasi Rp1,99 Triliun Dana
Astra International Setop Buyback Saham Setelah Realisasi Rp1,99 Triliun Dana

JAKARTA - Keputusan emiten besar untuk menghentikan program pembelian kembali saham sering menjadi perhatian pelaku pasar, terutama ketika realisasi dana hampir menyentuh batas maksimal yang telah ditetapkan. 

Hal inilah yang terjadi pada PT Astra International Tbk. (ASII). Perusahaan otomotif dan konglomerasi terbesar di Indonesia tersebut secara resmi mengakhiri pelaksanaan buyback saham lebih awal setelah dana yang dialokasikan nyaris sepenuhnya terserap.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Astra International mengumumkan bahwa perseroan telah menghentikan program pembelian kembali saham setelah merealisasikan transaksi dengan nilai total mencapai Rp1,99 triliun. Selama periode pelaksanaan, ASII tercatat telah membeli kembali sebanyak 305.213.900 saham.

Baca Juga

INKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal

Sebelumnya, manajemen ASII telah mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan alokasi dana maksimal sebesar Rp2 triliun. Program buyback tersebut pada awalnya dijadwalkan berlangsung hingga 30 Januari 2026. Namun, realisasi yang hampir menyentuh batas dana membuat perseroan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan lebih cepat.

“Perseroan memutuskan untuk menghentikan pembelian kembali saham, yang semula direncanakan berakhir pada 30 Januari 2026, menjadi berakhir pada 13 Januari 2026 pada sesi kedua perdagangan di BEI,” tulis Corporate Secretary ASII, Gita Tiffani Boer.

Gita menjelaskan bahwa penghentian buyback dilakukan karena dana maksimal yang dialokasikan telah terpenuhi. Dalam kondisi tersebut, sisa dana yang masih tersedia tidak lagi mencukupi untuk membeli minimal satu lot saham ASII di pasar. Dengan demikian, manajemen memandang tidak ada urgensi untuk melanjutkan program pembelian kembali saham hingga jadwal akhir yang semula direncanakan.

Selama masa buyback, ASII secara konsisten melakukan pembelian saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Total saham yang berhasil dibeli kembali mencapai 305.213.900 lembar dengan nilai keseluruhan transaksi sebesar Rp1,99 triliun. Angka ini mencerminkan hampir seluruh dana yang dialokasikan perseroan untuk program tersebut.

Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa informasi atau fakta material terkait penghentian buyback ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan. “Informasi atau fakta material dalam laporan ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” ujar Gita.

Sebelumnya, Astra International telah menjelaskan bahwa program pembelian kembali saham dilakukan sebagai respons terhadap kondisi pasar yang mengalami fluktuasi tinggi. Buyback dipandang sebagai salah satu langkah strategis untuk menjaga kepercayaan investor serta mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan sebelumnya, manajemen ASII menegaskan bahwa program buyback saham dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Program ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.13/2023, Surat OJK No. S-102/D.04/2025 tanggal 17 September 2025, serta Peraturan OJK No.29/2023.

“Jumlah nilai pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya Rp2 triliun,” tulis manajemen Astra. Dana yang digunakan untuk program ini berasal dari sumber internal perseroan dan tidak bersumber dari pinjaman maupun hasil penawaran umum.

Manajemen juga menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kinerja keuangan perusahaan. Astra International meyakini memiliki struktur permodalan dan arus kas yang kuat untuk mendukung pembelian kembali saham sekaligus menjaga kelangsungan kegiatan operasional perusahaan.

“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perseroan, karena perseroan pada saat ini memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai pembelian kembali saham dan kegiatan usaha perseroan,” tulis manajemen.

Program buyback saham ASII sendiri dirancang untuk berjalan selama tiga bulan, dengan perkiraan jadwal pelaksanaan dimulai pada 3 November 2025 hingga 30 Januari 2026. Namun, dengan terserapnya hampir seluruh dana yang dialokasikan, perseroan memilih untuk mengakhiri program tersebut lebih cepat pada 13 Januari 2026.

Penghentian buyback ini menandai berakhirnya salah satu langkah strategis Astra International dalam merespons dinamika pasar modal. Meski dilakukan lebih awal, realisasi buyback yang hampir mencapai batas maksimal menunjukkan komitmen perseroan dalam menjalankan kebijakan yang telah direncanakan. Ke depan, pasar akan mencermati langkah lanjutan ASII dalam menjaga kinerja dan kepercayaan investor di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan yang terus berkembang.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Kamis 15 Januari 2026 Menguat Tipis

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Kamis 15 Januari 2026 Menguat Tipis

Penjaminan Kredit Dinilai Kunci Kewirausahaan, Danantara Soroti Perlindungan Debitur Indonesia

Penjaminan Kredit Dinilai Kunci Kewirausahaan, Danantara Soroti Perlindungan Debitur Indonesia

OJK Atur Penilaian Kesehatan Fintech Lending lewat PADK 38/2025

OJK Atur Penilaian Kesehatan Fintech Lending lewat PADK 38/2025

OJK Resmikan Izin Usaha PT PJM Insurance Broker Usai Ganti Nama

OJK Resmikan Izin Usaha PT PJM Insurance Broker Usai Ganti Nama

IHSG Berpeluang Lanjutkan Tren Naik, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 15 Januari 2026

IHSG Berpeluang Lanjutkan Tren Naik, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 15 Januari 2026