Kamis, 19 Februari 2026

Tips Buka Puasa Sehat, Hindari Gorengan dan Minuman Manis Berlebihan

Tips Buka Puasa Sehat, Hindari Gorengan dan Minuman Manis Berlebihan
Tips Buka Puasa Sehat, Hindari Gorengan dan Minuman Manis Berlebihan

JAKARTA - Menjelang berbuka puasa, masyarakat perlu memperhatikan pola makan yang diterapkan. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti kebiasaan banyak orang yang langsung mengonsumsi gorengan dan minuman manis setelah seharian berpuasa. Menurutnya, kebiasaan ini bisa memberi tekanan berlebih pada pankreas dan berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Ia menanyakan langsung kepada masyarakat, “Siapa di sini yang suka buka puasanya pakai gorengan?” dan menambahkan bahwa kebanyakan orang biasanya mengambil dua hingga tiga gorengan sekaligus. 

Baca Juga

Resep Ayam Garlic Parmesan Menjadi Pilihan Lezat Menu Buka Puasa Hari Ini

Kondisi lambung saat berbuka masih kosong sehingga asupan berlebihan dapat membebani organ pencernaan. Energi tubuh memang perlu dipulihkan, tetapi cara pemulihannya harus tepat dan tidak berlebihan.

Budi menjelaskan bahwa gula memang dibutuhkan tubuh untuk mengembalikan energi setelah berpuasa. Namun, konsumsi sirup manis atau gorengan berminyak secara berlebihan justru membuat lonjakan gula darah yang mendadak. Spike gula darah ini memberi beban ekstra bagi pankreas sehingga organ tersebut harus bekerja lebih keras dari seharusnya.

Karbohidrat Kompleks Jadi Pilihan Tepat

Sebagai alternatif, Budi menyarankan masyarakat mengonsumsi sumber karbohidrat kompleks saat berbuka. Contohnya adalah singkong, jagung rebus, kacang kulit, pisang rebus, dan kentang rebus. Makanan ini tetap memberi energi karena karbohidrat diubah menjadi gula secara bertahap sehingga tubuh tidak terkejut dengan lonjakan gula darah.

“Karbohidrat kompleks itu diubah menjadi gula secara perlahan, jadi energi kita pulih pelan-pelan tanpa bikin kaget tubuh,” jelas Budi. Dengan cara ini, pankreas tidak dibebani berlebihan sehingga risiko gangguan metabolisme dapat diminimalkan. Pola ini juga mendukung stamina tubuh tetap terjaga saat menjalani ibadah puasa.

Selain karbohidrat kompleks, menjaga pola sarapan sehat tetap penting. Menurut Budi, menu sahur sebaiknya tetap mengandung telur rebus dan umbi-umbian agar energi bertahan lebih lama sepanjang hari. Kebiasaan ini akan membantu tubuh lebih siap menghadapi aktivitas harian dan menjaga keseimbangan gula darah secara alami.

Bahaya Gorengan dan Sirup Berlebihan

Mengkonsumsi gorengan secara langsung saat berbuka puasa memberi sensasi enak, tetapi berisiko bagi kesehatan pankreas. Minuman manis seperti sirup juga dapat meningkatkan gula darah dalam waktu singkat. Lonjakan ini menuntut pankreas bekerja ekstra untuk memproduksi insulin guna menurunkan kadar gula dalam darah.

Budi menekankan bahwa kebiasaan tersebut bukan solusi tepat untuk memulihkan energi tubuh. Penyerapan gula yang terlalu cepat akan menyebabkan fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Jika dilakukan berulang kali, organ pencernaan dan metabolisme akan mengalami tekanan yang berkelanjutan.

Selain risiko pankreas, konsumsi gorengan berlebihan juga bisa menambah lemak jenuh dalam tubuh. Dampaknya, berat badan bisa meningkat dan risiko penyakit metabolik ikut meningkat. Oleh karena itu, memilih menu berbuka yang seimbang dan sehat jauh lebih aman untuk tubuh.

Pilihan Menu Sehat Saat Berbuka Puasa

Budi mencontohkan beberapa menu alternatif yang aman dan sehat saat berbuka puasa. Makanan seperti singkong rebus, jagung rebus, kacang kulit, pisang rebus, serta kentang rebus menjadi pilihan yang kaya karbohidrat kompleks. Selain memberikan energi, makanan ini dicerna lebih lambat sehingga gula darah stabil.

Kombinasi makanan tersebut dapat dikombinasikan dengan air putih untuk hidrasi yang cukup. Mengonsumsi makanan bergizi sambil tetap menjaga jumlah kalori yang masuk membantu tubuh pulih lebih optimal. Dengan pola ini, risiko pankreas bekerja berlebihan dapat diminimalkan.

Budi juga menekankan agar masyarakat tetap menjaga pola makan sahur. Menu sahur yang sehat mendukung keseimbangan energi sepanjang hari dan mencegah kelelahan saat beraktivitas. Dengan persiapan yang tepat, puasa dapat berjalan lancar tanpa membebani organ tubuh.

Pesan Kesehatan dari Menkes

Di akhir pesannya, Budi menantang masyarakat untuk memilih antara kesenangan sesaat atau kesehatan jangka panjang. “Nah jadi sekarang kalian mau buka puasanya pakai yang mana? Mau yang enak atau yang sehat?” tutupnya. Pertanyaan ini mengingatkan pentingnya kesadaran setiap individu dalam menjaga kesehatan selama Ramadan.

Kesadaran ini juga dapat membantu masyarakat meminimalkan risiko gangguan metabolisme dan pankreas. Dengan memilih menu berbuka yang seimbang dan sehat, tubuh akan pulih dengan stabil tanpa lonjakan gula darah yang drastis. Keputusan bijak dalam memilih makanan akan berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Dengan menghindari gorengan dan minuman manis secara berlebihan serta memilih karbohidrat kompleks, tubuh dapat tetap bugar dan pankreas tidak terbebani. Pola makan sehat saat berbuka puasa menjadi langkah penting bagi kesehatan masyarakat selama Ramadan. 

Disiplin dalam pola makan juga mendukung keberlanjutan energi dan keseimbangan metabolisme tubuh.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Danantara Targetkan Pembentukan Holding Maskapai BUMN Selesai Kuartal I 2026

Danantara Targetkan Pembentukan Holding Maskapai BUMN Selesai Kuartal I 2026

Garuda Indonesia dan Citilink Berikan Diskon Hingga 18% Tiket Lebaran 2026

Garuda Indonesia dan Citilink Berikan Diskon Hingga 18% Tiket Lebaran 2026

PTPP Menegaskan Komitmen K3 dan ESG dalam Strategi Bisnis

PTPP Menegaskan Komitmen K3 dan ESG dalam Strategi Bisnis

AHY Ungkap Pesan SBY ke Kader Demokrat: Loyalitas Negara Lebih Utama

AHY Ungkap Pesan SBY ke Kader Demokrat: Loyalitas Negara Lebih Utama

Baleg Setujui Harmonisasi RUU Pengelolaan Keuangan Haji 2026

Baleg Setujui Harmonisasi RUU Pengelolaan Keuangan Haji 2026