Kamis, 19 Februari 2026

Jasa Marga Laporkan 965 Ribu Kendaraan Melintas Saat Libur Imlek

Jasa Marga Laporkan 965 Ribu Kendaraan Melintas Saat Libur Imlek
Jasa Marga Laporkan 965 Ribu Kendaraan Melintas Saat Libur Imlek

JAKARTA - Momentum libur panjang Imlek 2026 mendorong peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. 

Anak usaha Jasa Marga, Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division, mencatat kenaikan volume lalu lintas di sejumlah ruas tol Regional Nusantara selama periode 13–17 Februari 2026. Peningkatan ini mencerminkan tingginya aktivitas perjalanan selama masa liburan tersebut.

Data menunjukkan adanya pertumbuhan arus kendaraan dibandingkan kondisi normal. Peningkatan ini tersebar di beberapa ruas tol strategis yang menjadi penghubung kota besar dan kawasan wisata. Mobilitas yang lebih tinggi menjadi indikator pergerakan ekonomi dan aktivitas masyarakat.

Baca Juga

Jadwal KM Lambelu Februari 2026: Pelni Menuju Makassar

“Secara keseluruhan, total volume lalin tercatat 965.811 kendaraan. Jumlah tersebut meningkat 5,5% dari total volume lalin normal yaitu 915.285 kendaraan.” kata Denny Chandra Irawan, Plh. Senior General Manager Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division.

Kenaikan sebesar 5,5 persen tersebut memperlihatkan tren positif arus perjalanan selama periode libur. Angka total kendaraan yang melintas mencapai hampir satu juta unit dalam lima hari. Hal ini menunjukkan ruas tol Regional Nusantara menjadi pilihan utama pengguna jalan.

Peningkatan volume lalu lintas ini juga menjadi perhatian dalam pengelolaan operasional. Pengaturan arus dan kesiapan layanan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran perjalanan. Dengan lonjakan kendaraan, koordinasi yang baik menjadi kunci utama.

Secara umum, pertumbuhan arus kendaraan terjadi di hampir seluruh ruas yang dipantau. Beberapa ruas bahkan mencatat kenaikan signifikan dibandingkan rata-rata normal. Data rinci tiap ruas menunjukkan variasi pertumbuhan yang berbeda.

Kinerja Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi

Untuk ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi tercatat sejumlah 85.732 kendaraan melintas. Angka tersebut meningkat 11,8% dibanding total volume lalin normal yaitu 76.686 kendaraan. Pertumbuhan dua digit ini menunjukkan tingginya aktivitas di wilayah Sumatera Utara.

Dari data tersebut, 27.093 kendaraan tercatat masuk dari GT Kualanamu yang berasal dari arah Bandar Udara Internasional Kualanamu. Angka tersebut lebih tinggi 13,89% dibanding total volume lalin normal yang melintas di GT Kualanamu yaitu 23.788 kendaraan. Arus kendaraan dari bandara menjadi salah satu penyumbang peningkatan signifikan.

Sementara, 28.977 kendaraan terdata menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu melalui GT Kualanamu. Jumlah ini meningkat 13,58% dibanding total volume lalin normal yaitu 25.512 kendaraan. Pergerakan menuju dan dari bandara memperlihatkan aktivitas perjalanan udara yang juga meningkat.

Lonjakan kendaraan di sekitar akses bandara memperlihatkan keterkaitan transportasi darat dan udara. Selama libur panjang, konektivitas antar moda transportasi menjadi semakin penting. Ruas tol ini berperan vital dalam mendukung kelancaran mobilitas.

Kenaikan lebih dari 11 persen pada ruas ini menandakan daya tarik perjalanan selama Imlek. Baik untuk kunjungan keluarga maupun wisata, arus kendaraan menunjukkan tren pertumbuhan. Data ini menjadi gambaran tingginya mobilitas regional.

Dengan peningkatan tersebut, pengelola tol perlu memastikan layanan tetap optimal. Kepadatan kendaraan harus diimbangi dengan manajemen lalu lintas yang efektif. Hal ini bertujuan menjaga kenyamanan pengguna jalan.

Pertumbuhan di Balikpapan dan Bali

Untuk Ruas Tol Balikpapan-Samarinda, tercatat volume lalin sebesar 67.157 kendaraan. Angka ini meningkat 24,3% dari volume lalin normal yakni 54.017 kendaraan. Kenaikan hampir seperempat dari kondisi normal menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Pertumbuhan di ruas ini mencerminkan meningkatnya aktivitas perjalanan di Kalimantan Timur. Ruas Balikpapan-Samarinda menjadi jalur penting penghubung kawasan ekonomi. Selama libur panjang, pergerakan kendaraan meningkat tajam.

Ruas Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa mencatatkan volume lalin sebanyak 287.458 kendaraan melintas. Angka tersebut meningkat 5,3% dari volume lalin normal yakni 273.003 kendaraan. Bali sebagai destinasi wisata tetap menjadi magnet utama saat libur.

Kenaikan di Bali meski tidak setinggi beberapa ruas lain tetap menunjukkan tren positif. Arus kendaraan yang mendekati 300 ribu unit memperlihatkan tingginya mobilitas wisatawan. Jalur ini menjadi akses penting menuju kawasan wisata dan bandara.

Kondisi ini menandakan sektor pariwisata masih menjadi penggerak utama lalu lintas di Bali. Selama periode Imlek, banyak masyarakat memanfaatkan waktu untuk berlibur. Infrastruktur tol membantu memperlancar arus perjalanan tersebut.

Secara keseluruhan, wilayah Kalimantan dan Bali mencatat pertumbuhan yang stabil. Masing-masing ruas menunjukkan karakteristik mobilitas yang berbeda. Namun keduanya sama-sama mengalami peningkatan signifikan dibanding hari biasa.

Lonjakan Tertinggi di Solo-Yogyakarta

Ruas Tol Solo-Yogyakarta NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan mencatat total volume lalin sebesar 97.192 kendaraan. Jumlah tersebut meningkat 36,5% dari total volume lalin normal yakni 71.200 kendaraan. Persentase ini menjadi salah satu yang tertinggi selama periode pemantauan.

Dari lalin tersebut, sejumlah 53.486 kendaraan terdata menuju Yogyakarta melalui GT Prambanan. Angka itu meningkat 45,38% dibanding total volume lalin normal yaitu 36.790 kendaraan. Lonjakan ini menunjukkan tingginya minat perjalanan ke Yogyakarta.

Kemudian, tercatat sebanyak 56.708 kendaraan meninggalkan Yogyakarta melalui GT Prambanan. Angka ini meningkat 50,73% dibanding total volume lalin normal yaitu 37.623 kendaraan. Arus keluar kota bahkan mencatat kenaikan lebih besar dibanding arus masuk.

Peningkatan lebih dari 50 persen pada arus keluar Yogyakarta menjadi indikator kuat tingginya mobilitas. Libur panjang mendorong masyarakat melakukan perjalanan dalam jumlah besar. Ruas ini menjadi salah satu titik paling sibuk.

Lonjakan signifikan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur. Pengaturan lalu lintas yang baik membantu meminimalkan potensi kemacetan. Data ini juga menjadi bahan evaluasi untuk periode libur berikutnya.

Secara keseluruhan, periode 13–17 Februari 2026 menunjukkan tren kenaikan lalu lintas yang merata. Total 965.811 kendaraan yang melintas mencerminkan dinamika perjalanan selama libur Imlek. Peningkatan 5,5 persen dibanding normal menjadi gambaran jelas tingginya mobilitas masyarakat.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Danantara Targetkan Pembentukan Holding Maskapai BUMN Selesai Kuartal I 2026

Danantara Targetkan Pembentukan Holding Maskapai BUMN Selesai Kuartal I 2026

Garuda Indonesia dan Citilink Berikan Diskon Hingga 18% Tiket Lebaran 2026

Garuda Indonesia dan Citilink Berikan Diskon Hingga 18% Tiket Lebaran 2026

PTPP Menegaskan Komitmen K3 dan ESG dalam Strategi Bisnis

PTPP Menegaskan Komitmen K3 dan ESG dalam Strategi Bisnis

AHY Ungkap Pesan SBY ke Kader Demokrat: Loyalitas Negara Lebih Utama

AHY Ungkap Pesan SBY ke Kader Demokrat: Loyalitas Negara Lebih Utama

Baleg Setujui Harmonisasi RUU Pengelolaan Keuangan Haji 2026

Baleg Setujui Harmonisasi RUU Pengelolaan Keuangan Haji 2026