AirAsia Group Beli 150 Pesawat Airbus Senilai US Dollar 19 Miliar
- Minggu, 10 Mei 2026
JAKARTA – AirAsia Group (AirAsia X Berhad/AAX) telah menjalin kesepakatan dengan pihak Airbus untuk pengadaan 150 unit pesawat Airbus A220-300 yang diperkirakan bernilai sekitar US$ 19 miliar.
Melalui perjanjian ini, AirAsia memiliki fleksibilitas untuk menambah pesanan hingga mencapai total 300 unit pesawat dari lini keluarga A220, menyesuaikan dengan kebutuhan ekspansi grup di waktu mendatang.
Proses pengiriman armada dijadwalkan mulai pada tahun 2028, yang mana pesawat-pesawat ini akan difungsikan untuk melayani rute di wilayah ASEAN serta Asia Pasifik.
Baca JugaProyeksi IHSG Minggu Depan Naik Tipis 0,18 Persen atau Rebound Terbatas
Dengan masuknya armada A220, unit pesawat A320 dan A321 dapat difokuskan untuk rute jarak menengah di Asia Pasifik. Sementara itu, armada A330 akan dikonsentrasikan untuk melayani penerbangan jarak jauh ke wilayah Eropa, Australia, serta Amerika Utara.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi armada masa depan AirAsia yang menitikberatkan pada efisiensi kerja dan penguatan laba perusahaan, terutama dalam menghadapi dinamika pasar dunia yang terus berubah.
Pihak manajemen AirAsia Group menyatakan bahwa melalui pemesanan tersebut, AirAsia bakal menjadi maskapai pertama yang menggunakan konfigurasi terbaru Airbus A220 dengan kapasitas 160 kursi.
Berkat sokongan teknologi mesin terkini, Airbus A220 diklaim sebagai salah satu pesawat paling efisien di kelasnya dengan jangkauan dan kapasitas yang unggul. Jika dikomparasikan dengan A320ceo, pesawat ini disebut 20% lebih hemat penggunaan bahan bakar dan mampu menekan angka emisi sekitar 20% lebih rendah.
Group CEO AirAsia Group, Bo Lingam menuturkan bahwa kapasitas yang dimiliki Airbus A220 memungkinkan maskapai untuk meraih keuntungan meski dengan jumlah penumpang yang lebih sedikit jika dibandingkan pesawat narrow-body yang berukuran besar.
Ia berpendapat hal tersebut membuka celah bagi perusahaan untuk melakukan penetrasi ke pasar-pasar berkembang yang permintaannya belum besar, serta mengoptimalkan hub sekunder yang sebelumnya dianggap belum layak secara bisnis.
sebagaimana dilansir dari berita sumber, Bo Lingam dalam keterangan resmi pada Kamis (7/5/2026) menyatakan, "Dengan jangkauan hingga tujuh jam, pesawat ini membuka berbagai peluang baru dan memungkinkan kami menghadirkan kapasitas yang lebih sesuai dengan permintaan pasar. Juga, memberikan fleksibilitas lebih besar bagi penumpang melalui pilihan jadwal penerbangan yang semakin beragam."
Di sisi lain, Advisor AirAsia Group yang juga merupakan CEO Capital A, Tony Fernandes menjelaskan bahwa di tengah kondisi harga bahan bakar yang tinggi serta ketidakpastian global, maskapai terus memperkokoh efisiensi. Ia meyakini penggunaan pesawat ini akan meningkatkan efisiensi bahan bakar serta biaya operasional tiap penerbangan.
sebagaimana dilansir dari berita sumber, Tony Fernandes mengungkapkan, "A220 akan menjadi pondasi penting dalam fase pertumbuhan berikutnya dan mendukung visi kami membangun jaringan maskapai berbiaya hemat pertama yang benar-benar terhubung secara global."
Selain untuk memperkuat sektor bisnis penerbangan, Tony menambahkan bahwa kesepakatan besar ini juga akan memperkokoh ekosistem di bawah Capital A, mulai dari sektor kargo, layanan perawatan pesawat (MRO), hingga sektor bisnis digital.
Gemilang Ramadhan
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kolaborasi Nasional, Gerakan Indonesia ASRI Libatkan Semua Elemen Bangsa
- Kamis, 16 April 2026
Peran Krusial Tendik Dorong Kualitas Kampus Adaptif Berkelanjutan Nasional
- Jumat, 10 April 2026
Berita Lainnya
Saham EURO Melesat 1,342 Persen dan Lepas dari Papan Pemantauan Khusus
- Minggu, 10 Mei 2026












