Minggu, 10 Mei 2026

Proyeksi IHSG Minggu Depan Naik Tipis 0,18 Persen atau Rebound Terbatas

Proyeksi IHSG Minggu Depan Naik Tipis 0,18 Persen atau Rebound Terbatas
ILUSTRASI, IHSG (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat masih cenderung terbatas sepanjang periode perdagangan minggu ini. Meski sempat mengalami tekanan signifikan saat penutupan pekan, IHSG masih mampu membukukan kenaikan tipis dalam basis mingguan.

Pada sesi perdagangan Jumat (8/5/2026), IHSG mengalami penurunan sebanyak 204,92 poin atau 2,86% ke posisi 6.969,4 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, secara akumulasi dalam satu minggu, IHSG tetap mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,18%.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan menilai, laju IHSG selama satu pekan kemarin ditopang oleh membaiknya ekspektasi terhadap sentimen global. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh harapan meredanya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta menurunnya harga minyak dunia.

Baca Juga

BEI Tetapkan Saham WBSA Masuk Konsentrasi Tinggi 95,82 Persen

Menurutnya, arah harga minyak serta sentimen geopolitik masih menjadi instrumen utama yang memengaruhi dinamika pasar keuangan global maupun domestik saat ini.

“Meskipun demikian, penguatan IHSG belum sepenuhnya solid karena investor masih cenderung wait and see terhadap kejelasan perkembangan global,” ujarnya, Jumat (8/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menyebutkan, transaksi IHSG sepanjang minggu ini masih diwarnai oleh aksi jual dari para pemodal.

Ia menjelaskan terdapat beberapa faktor yang memengaruhi dinamika IHSG. Pertama, data makroekonomi dalam negeri menunjukkan adanya perbaikan. Namun, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menjadi beban bagi pasar.

Kedua, konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut karena belum adanya kesepakatan dalam negosiasi AS-Iran turut memicu kekhawatiran investor akan potensi krisis energi dunia.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati rencana pemerintah terkait kenaikan royalti mineral dan batu bara (minerba) guna meningkatkan pendapatan negara.

“Yang terbaru, adanya rencana usulan pemerintah untuk menaikkan royalti minerba untuk meningkatkan penghasilan negara,” ujarnya, Jumat sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk sesi perdagangan awal pekan depan, Ekky memprediksi IHSG masih berisiko bergerak fluktuatif dengan potensi koreksi yang terbatas. Ia menilai, area support kuat IHSG berada pada rentang 6.900–7.000.

Selama belum ada kepastian baru mengenai sentimen global, IHSG diprediksi akan bergerak konsolidatif dalam kisaran saat ini. Ekky memproyeksikan laju IHSG pada Senin (11/5/2026) akan berada di rentang 6.950–7.200 dengan kecenderungan para pelaku pasar yang masih mengambil posisi wait and see.

Melihat dari sisi sektoral, Ekky mengamati bidang perbankan mulai memperlihatkan pemulihan harga setelah sebelumnya sempat terkoreksi cukup dalam. Selain itu, sektor telekomunikasi juga mulai menunjukkan tren penguatan.

Ia menambahkan bahwa saham-saham perusahaan yang terafiliasi dengan grup Prajogo Pangestu juga menarik untuk dicermati karena mulai bergerak kembali mengikuti arah sentimen pasar.

“Namun, strategi tetap perlu selektif dan lebih cocok untuk trading jangka pendek selama arah IHSG masih konsolidatif,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, Herditya memproyeksikan IHSG berpeluang mencatatkan penguatan terbatas pada sesi perdagangan Senin besok dengan level support di 6.946 dan resistance pada 7.049.

“Diperkirakan ada technical rebound setelah terjadi tekanan pada hari Jumat ini,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan oleh pelaku pasar antara lain MAPA dengan target harga Rp 695–Rp 725 per saham, AADI pada kisaran Rp 10.225–Rp 10.825 per saham, serta BULL dengan target Rp 520–Rp 555 per saham.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.585.000 per Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.585.000 per Gram Hari Ini

Utang Global Tembus 6.133 Kuadriliun Rupiah dan Diversifikasi Investor

Utang Global Tembus 6.133 Kuadriliun Rupiah dan Diversifikasi Investor

Saham BUMI Turun 6,09 Persen dan Kembali ke Posisi Awal Pekan Ini

Saham BUMI Turun 6,09 Persen dan Kembali ke Posisi Awal Pekan Ini

 Saham EURO Melesat 1,342 Persen dan Lepas dari Papan Pemantauan Khusus

Saham EURO Melesat 1,342 Persen dan Lepas dari Papan Pemantauan Khusus

LTLS Bagikan Laba Bersih 30,37 Persen sebagai Dividen

LTLS Bagikan Laba Bersih 30,37 Persen sebagai Dividen