Minggu, 10 Mei 2026

BEI Sebut Saham WBSA Miliki Konsentrasi Tinggi 95,82 Persen

BEI Sebut Saham WBSA Miliki Konsentrasi Tinggi 95,82 Persen
ILUSTRASI, Saham (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan pengumuman terkait saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang kini masuk dalam kategori saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada Jumat (8/5/2026) yang telah ditandatangani oleh Direktur BEI Kristian S. Manullang serta Direktur KSEI Eqy Essiqy, dijelaskan bahwa penetapan tersebut didasari oleh metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (high shareholding concentration) pada struktur kepemilikan saham warkat maupun tanpa warkat per tanggal 7 Mei 2026 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Saham perseroan dimiliki oleh sejumlah pemegang saham yang secara agregat menguasai 95,82% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat WBSA." jelas pengumuman tersebut sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Baca Juga

Proyeksi IHSG Minggu Depan Naik Tipis 0,18 Persen atau Rebound Terbatas

Pihak BEI menyebutkan bahwa pengumuman ini tidak secara otomatis mengindikasikan adanya pelanggaran pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di sektor pasar modal sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai informasi, BSA Logistics Indonesia merupakan emiten penyedia layanan logistik yang resmi melantai di bursa pada 10 April 2026. WBSA tercatat menjadi emiten perdana yang melakukan pencatatan saham di bursa pada tahun ini sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui mekanisme IPO, WBSA melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara dengan 20,75% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO. WBSA berhasil mengantongi dana segar senilai Rp 302,4 miliar melalui aksi korporasi tersebut sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Semenjak resmi melantai di bursa, saham WBSA terpantau beberapa kali masuk dalam pengawasan Unusual Market Activity (UMA) hingga berujung pada dilakukannya suspensi perdagangan saham sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada hari Jumat (8/5/2026), saham WBSA ditutup mengalami penurunan sebesar 9,69% ke posisi Rp 1.305 per saham. Meski demikian, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, harga saham WBSA tercatat telah melonjak hingga 477,43% sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Menguat dan Investor Asing Borong Saham 11 Triliun Rupiah

IHSG Menguat dan Investor Asing Borong Saham 11 Triliun Rupiah

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.585.000 per Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.585.000 per Gram Hari Ini

Utang Global Tembus 6.133 Kuadriliun Rupiah dan Diversifikasi Investor

Utang Global Tembus 6.133 Kuadriliun Rupiah dan Diversifikasi Investor

Saham BUMI Turun 6,09 Persen dan Kembali ke Posisi Awal Pekan Ini

Saham BUMI Turun 6,09 Persen dan Kembali ke Posisi Awal Pekan Ini

 Saham EURO Melesat 1,342 Persen dan Lepas dari Papan Pemantauan Khusus

Saham EURO Melesat 1,342 Persen dan Lepas dari Papan Pemantauan Khusus