Strategi ARCI Kejar Target Produksi Emas Minimal 15 Persen Pada 2026
- Jumat, 08 Mei 2026
JAKARTA – PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) menargetkan pertumbuhan produksi emas minimal 15% pada 2026 setelah membukukan produksi sebesar 122.000 ons sepanjang 2025. Target tersebut sejalan dengan strategi perseroan meningkatkan kapasitas pengolahan serta memperluas pengembangan tambang bawah tanah dan kegiatan eksplorasi.
Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk. Rudy Suhendra mengatakan perseroan akan mulai memasuki tahap konstruksi peningkatan kapasitas pabrik pengolahan dari 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun pada 2026.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Rudy Suhendra menyatakan, “Proyek ini ditargetkan meningkatkan produksi emas serta mengoptimalkan nilai aset perseroan ke depannya,” ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Selain ekspansi fasilitas pengolahan, ARCI juga melanjutkan pengembangan tambang bawah tanah di sejumlah area konsesi dan memperluas aktivitas eksplorasi guna meningkatkan potensi sumber daya dan cadangan emas.
Pada 2025, ARCI mencatatkan produksi emas sebesar 122.000 ons atau meningkat 31% secara tahunan dengan rata-rata kadar emas 1,18 gram per ton. Kinerja tersebut ditopang oleh mulai beroperasinya Pit Marawuwung dan kembali beroperasinya Pit Araren.
Baca JugaAskrindo Raih Premi Rp 1,16 Triliun pada Kuartal I 2026 Tumbuh 10 Persen
Dari sisi keuangan, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$496 juta atau melonjak 72% year-on-year (YoY), sedangkan EBITDA meningkat 194% menjadi US$231 juta.
Laba bersih ARCI juga melesat menjadi US$103 juta dari sebelumnya US$10 juta pada 2024. Rudy menyebut capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan menjaga disiplin operasional dan finansial di tengah dinamika geopolitik global.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Rudy Suhendra menegaskan, “Perseroan berkomitmen meningkatkan kegiatan operasi secara berkelanjutan,” katanya.
Di sisi lain, anak usaha perseroan, PT Toka Tindung Geothermal (TTG), telah memperoleh izin panas bumi pada Juni 2025. Proyek tersebut ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi bagian dari diversifikasi bisnis energi berkelanjutan ARCI.
ARCI memutuskan untuk membagikan dividen total senilai US$60 juta dari perolehan laba bersih 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Rajawali Palace, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Total dividen tersebut mencerminkan rasio pembayaran atau dividend payout ratio (DPR) sebesar 60% dari total laba bersih tahun berjalan yang dibukukan ARCI sepanjang 2025 yakni US$102,52 juta.
Direktur Utama Archi Indonesia Rudi Suhendra menjelaskan bahwa dari total US$60 juta tersebut, sebesar 30% atau US$30 juta telah dibayarkan perseroan kepada pemegang saham sebagai dividen interim pada Desember 2025.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Rudi Suhendra menambahkan, “Sisanya [30%] akan dibagikan pada Juni mendatang,” ujar Rudi.
Jika dikonversi menggunakan kurs Jisdor per 6 Mei 2026 di level Rp17.405 per dolar AS, maka dividen yang ditebar mencapai Rp1,04 triliun. Adapun sisa dividen yang akan dibayarkan pada Juni mendatang setara Rp522,15 miliar.
Gemilang Ramadhan
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kolaborasi Nasional, Gerakan Indonesia ASRI Libatkan Semua Elemen Bangsa
- Kamis, 16 April 2026
Peran Krusial Tendik Dorong Kualitas Kampus Adaptif Berkelanjutan Nasional
- Jumat, 10 April 2026












