Sabtu, 09 Mei 2026

PLN IP Garap Solar PV Solution dan Beyond kWh Lewat Pasar Karbon Global

PLN IP Garap Solar PV Solution dan Beyond kWh Lewat Pasar Karbon Global
ILUSTRASI, PLN (Sumber Gambar : kontan.co.id)

JAKARTA – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) memperkokoh tahapan transformasi bisnis lewat penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) dengan DevvStream Inc. Kolaborasi tersebut menjadi pencapaian krusial bagi PLN IP dalam menyatukan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan mekanisme monetisasi karbon dunia.

Prosesi penandatanganan ERPA ini merupakan komponen dari pengembangan solusi energi bersih yang berbasis Solar PV solution dalam portofolio beyond kilowatt-hour (kWh). 

Sebelumnya, kesepakatan ini telah ditandatangani oleh Direktur Utama PLN IP Bernardus Sudarmanta dan Chief Executive Officer (CEO) DevvStream Corp. Sunny Trinh di Jakarta.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta memberikan penjelasan bahwa PLTS yang tengah dikembangkan dalam kolaborasi ini adalah PLTS off-grid untuk keperluan mandiri (self-consumption). 

Dengan demikian, sistem tersebut tidak tersambung ke jaringan listrik utama serta tetap patuh pada regulasi yang berlaku di bidang lingkungan hidup dan pasar karbon.

Baca Juga

Askrindo Raih Premi Rp 1,16 Triliun pada Kuartal I 2026 Tumbuh 10 Persen

Melalui mekanisme ini, PLN IP akan memproduksi sertifikat penurunan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) yang berasal dari proyek-proyek PLTS di bermacam titik di Indonesia, untuk selanjutnya dipasarkan lewat DevvStream selaku mitra internasional. Bernadus menekankan bahwa tindakan ini adalah bagian dari strategi perseroan dalam menyusun model bisnis baru yang lebih berkelanjutan.

“Pengembangan Solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih di sisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. 

Ini adalah wujud transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah.” kata Bernadus melalui keterangan tertulis pada Kamis (8/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bernadus memaparkan, visi beyond kWh yang dijalankan PLN IP tidak hanya bertumpu pada penjualan setrum, namun juga meliputi layanan energi yang terpadu. Hal itu mencakup penyediaan pembangkit energi terbarukan, tata kelola emisi karbon, serta maksimalisasi aset energi milik pelanggan.

Pada praktiknya, proyek PLTS off-grid ini dipersiapkan untuk menopang kebutuhan energi pelanggan secara otonom, meningkatkan efisiensi energi, serta memberi sumbangsih nyata pada reduksi emisi gas rumah kaca tanpa mengusik sistem kelistrikan yang sudah ada.

CEO DevvStream Inc. Sunny Trinh menyatakan bahwa kemitraan ini membuka kesempatan luas bagi pertumbuhan proyek karbon berbasis energi terbarukan dari Indonesia.

“Kami melihat potensi besar dari model Solar PV off-grid yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global.” ujar Sunny sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain menyokong agenda dekarbonisasi nasional, Bernadus memastikan bahwa kolaborasi ini juga memperkuat posisi PLN Indonesia Power sebagai pionir dalam perancangan solusi energi berbasis pelanggan (customer-centric energy solutions) di tanah air.

"Ke depan, PLN IP akan terus memperluas implementasi Solar PV solution sebagai bagian dari strategi energy transition, sekaligus mengoptimalkan peluang dari pasar karbon untuk menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan," tandas Bernadus sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pendapatan SILO Tumbuh 8,4 Persen dan EBITDA Naik Jadi Rp 748,8 Miliar

Pendapatan SILO Tumbuh 8,4 Persen dan EBITDA Naik Jadi Rp 748,8 Miliar

Aturan Free Float 15 Persen BEI 560 Emiten Patuh dan 400 Transisi

Aturan Free Float 15 Persen BEI 560 Emiten Patuh dan 400 Transisi

DSSA Grup Sinarmas Gandeng Huawei Pacu Bisnis EBT dan Sistem BESS

DSSA Grup Sinarmas Gandeng Huawei Pacu Bisnis EBT dan Sistem BESS

ITSEC Asia Stock Split 1 banding 2 Mulai 13 Mei 2026

ITSEC Asia Stock Split 1 banding 2 Mulai 13 Mei 2026

Adhi Karya Rombak Direksi dan Komisaris dalam RUPST Tahun Buku

Adhi Karya Rombak Direksi dan Komisaris dalam RUPST Tahun Buku