Alamtri Resources ADRO Bayar Dividen Rp3,40 Triliun Hari Ini
- Jumat, 08 Mei 2026
JAKARTA – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) telah dijadwalkan untuk melaksanakan pembayaran dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan nilai total mencapai Rp3,40 triliun atau setara dengan Rp118,26 setiap saham pada hari ini, Jumat (8/5/2026).
Dividen tunai milik ADRO ini akan disalurkan kepada seluruh pemegang saham yang namanya sudah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham, atau bagi para pemegang saham di subrekening efek pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per tanggal 29 April 2026.
Merujuk pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dividen ADRO ini telah melewati masa cum date pada 27 April 2026. Tanggal itu merupakan jadwal cum date untuk pasar reguler serta pasar negosiasi. Sementara itu, untuk tanggal ex dividen pada pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 28 April 2026.
Perlu diketahui bahwa emiten sektor batu bara yang berafiliasi dengan konglomerat Garibaldi Thohir ini telah menetapkan pembagian dividen tunai final untuk tahun buku 2025 dengan nilai sebesar US$197,50 juta atau setara Rp3,40 triliun.
Proses kurs konversi dari dolar AS ke mata uang rupiah menggunakan acuan kurs tengah Bank Indonesia per 29 April 2026 yakni senilai Rp17.245 per dolar AS, sehingga para investor bakal mendapatkan bagian sebesar Rp118,26 per lembar saham. Penyaluran ini bersumber dari laba bersih tahun 2025 yang berakhir pada 31 Desember 2025, yang sesuai dengan hasil keputusan RUPST pada 17 April 2026.
Baca JugaAskrindo Raih Premi Rp 1,16 Triliun pada Kuartal I 2026 Tumbuh 10 Persen
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per tanggal 31 Desember 2025, sebagaimana dilansir dari berita sumber ADRO berhasil meraih "laba bersih atau laba tahun berjalan dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$447,69 juta sepanjang 2025. Jumlah itu setara Rp7,57 triliun dengan asumsi kurs Jisdor Rp16.919 per dolar AS, Jumat (6/3/2026)."
Namun, capaian tersebut tercatat mengalami penurunan yang cukup dalam apabila dikomparasikan terhadap raihan laba bersih ADRO pada tahun buku 2024 yang sempat menembus angka US$1,38 miliar.
Penurunan laba bersih ini tidak lepas dari kondisi pendapatan usaha perseroan yang mengalami kontraksi sebesar 9,87% year on year (YoY) hingga menjadi US$1,87 miliar. Jika dirinci kembali, sebagian besar pendapatan ADRO bersumber dari segmen pertambangan dengan raihan US$966,34 juta serta sektor jasa pertambangan yang berkontribusi senilai US$865,28 juta.
Di lantai bursa, pergerakan saham ADRO terpantau berada pada posisi stagnan di level 2.500 per lembar saham pada hari ini, Jumat (8/5/2025) sampai pada pukul 09.47 WIB. Dalam periode sebulan terakhir, harga saham ADRO telah naik 3,31% dan untuk sepanjang tahun berjalan 2026, saham batu bara ini tercatat sudah melonjak hingga 37,91%.
Gemilang Ramadhan
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kolaborasi Nasional, Gerakan Indonesia ASRI Libatkan Semua Elemen Bangsa
- Kamis, 16 April 2026
Peran Krusial Tendik Dorong Kualitas Kampus Adaptif Berkelanjutan Nasional
- Jumat, 10 April 2026












